Decak kagum kembali dirasakan oleh seluruh peserta, ketika malam saat presentasi dari Kepala Balai TNBT, Fifin Arifiana Jogasara, di alam terbuka, tiba-tiba lampu yang menerangi mati mendadak, sehingga gelap gulita menerpa suasana diskusi malam itu.
Spontan mataku menatap langit seolah mencari cahaya baru, dan, Masha Allah, sejuta keindahan justru kutemukan dari gugusan bintang yang melimpahkan kerlap- kerlipnya memberi warna pada pekat malam di atas Bukit Tigapuluh.
Mataku tak ingin beralih dari pesona bintang- bintang itu. Bibirku tak henti melafazkan pujian kepada Sang Khalik yang telah penebarkan nikmat dunia. Ya, nikmat itu mutlak tak dapat diingkari.
Sambil memandang langit, telingaku tetap fokus pada paparan Fifin terkait potensi TNBT, mulai dari keberadaan flora hingga fauna, selanjutnya mulai mengarakan pembicaraan tetang Suku Talang Mamak yang mendominasi TNBT sebagai suku asli, selain Suku Melayu Tua dan Suku Kubu.
Fifin mejelaskan saat ini pihaknya telah melakukan pembinaan terhadap suku asli untuk mengembangkan produksi madu kelulut. Tujuannya untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Talang Mamak.





