Galo-galo, primadona baru Bukit Tigapuluh

Kendala Internal dan Eksternal Pengembangan Madu Kelulut

Bacaan Lainnya

Pembinaan dengan sasaran Kelompok Tani Hutan (KTH), dimana kelompok ini tersebar di sepanjang Sungai Batang Gansal dan beberapa wilayah lainnya. Pemberdayaan masyarakat melalui pembudidayaan lebah madu Kelulut dimulai sejak tahun 2017 hingga 2021, mencapai 11 KTH binaan Balai TNBT dengan pendamping Nur Hajjah dan Fonda Amelia.

Nur Hajjah merinci, ia melakukan pendampingan untuk KTH, Tunas Harapan, Bina Tani Sejahtera, Tunggal Warga dan Sutan Limbanyang Datai. Sementara untuk penyuluh Fanda Amelia, meliputi KTH Tualang Sejahtera, Jelemu Bengayauan, Kasih Alam, Bomban Berduri, Batu Berdiri, Batu Kucing dan KTH Talang Pecinta Alam

Nur Hajjah melakukan pendataan Suku Talang Mamak

Faktor kekompakan kelompok dan kerjasama juga mempengaruhi pengelolaan koloni tersebut. Cukup sulit mengajak masyarakat untuk bekerja secara berkelompok, individualisme masih cukup tinggi. Ditambah pula komunikasi terbatas, signal provider hanya dapat diakses di dusun terluar (pusat desa) yang notabene cukup jauh ditempuh oleh kelompok. Hal ini mempengaruhi saat akan dilakukan pertemuan kelompok/ acara, beberapa masyarakat banyak pergi ke rimba. Selain itu, kepemilikan telpon genggam terbatas bagi masyarakat dusun dalam kawasan.

“Tingkat pendidikan relatif rendah, hanya sebagian kecil yang bisa membaca, hal ini mempengaruhi penyusunan berkas administrasi. Apalagi lokasi yang cukup jauh di pedalaman dan harus ditempuh dengan boat selama beberapa jam, mempengaruhi dalam intensitas pendampingan kelompok,” ujarnya.

Sementara itu, kendala eksternal menurutnya, image yang terbangun di beberapa masyarakat adalah anggapan bahwa Suku Talang Mamak itu tidak menjaga kebersihan. “Dukungan pemerintah desa belum terlihat nyata. Namun apapun kendala tersebut yang terus kita benahi dalam pembinaan dengan harapan mereka tetap terus berproduksi hingga mencapai posisi terbaik,” demikian harapan Nur Hajjah.

Pos terkait