Pekanbaru (Outsiders) -Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Provinsi Riau pada Februari 2026 tercatat sebanyak 5.952 kunjungan melalui empat pintu utama imigrasi.
Kepala Badan Pusat Statistik Riau, Asep Riyadi, menyebutkan bahwa pintu masuk wisman paling banyak melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II dengan total 2.834 kunjungan.

“Selain melalui bandara, wisman juga masuk melalui Pelabuhan Bengkalis sebanyak 1.174 kunjungan, Pelabuhan Tanjung Harapan di Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 1.002 kunjungan, serta Pelabuhan Dumai sebanyak 942 kunjungan,” ujar Asep.
Jalur Laut Dominasi Kunjungan Wisman ke Riau
Jika dilihat dari moda transportasi, jalur laut masih menjadi pilihan utama wisman yang masuk ke Riau dengan kontribusi sebesar 52,39 persen. Sementara itu, jalur udara menyumbang 47,61 persen dari total kunjungan.
“Kunjungan wisman melalui moda angkutan udara pada Februari 2026 mencapai 2.834 kunjungan, naik 3,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 15,86 persen dibandingkan Februari 2025,” jelasnya.
Data MPD Ungkap Aktivitas Lintas Batas Lebih Besar
Selain data imigrasi, BPS juga mencatat pergerakan wisman melalui Mobile Positioning Data di wilayah perbatasan Kabupaten Bengkalis sebanyak 20.727 kunjungan.
“MPD merupakan data pergerakan wisman di wilayah perbatasan yang belum seluruhnya tercatat dalam sistem imigrasi, sehingga memberikan gambaran tambahan aktivitas lintas batas,” kata Asep.
Wisman Turun Bulanan, Naik Tajam Secara Tahunan
Secara bulanan, jumlah kunjungan wisman pada Februari 2026 mengalami penurunan sebesar 10,90 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 29.942 kunjungan.
“Namun secara tahunan, kunjungan wisman mengalami peningkatan signifikan sebesar 59,76 persen dibandingkan Februari 2025,” ungkapnya.
Wisatawan Malaysia Masih Mendominasi
Asep menjelaskan bahwa wisman asal Malaysia masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 43,35 persen atau sebanyak 11.565 kunjungan.
“Selain Malaysia, wisman juga berasal dari Tiongkok sebanyak 2.249 kunjungan atau 8,43 persen, Filipina sebanyak 1.679 kunjungan atau 6,29 persen, Singapura sebanyak 1.329 kunjungan atau 4,98 persen, serta India sebanyak 910 kunjungan,” paparnya.
Ia juga menyoroti adanya peningkatan signifikan dari beberapa negara.
“Kunjungan wisman asal Belanda mengalami kenaikan paling besar dibandingkan bulan sebelumnya yaitu sebesar 220,31 persen, diikuti Korea Selatan yang naik 138,89 persen,” jelasnya.
Tren Wisman Riau Fluktuatif Sepanjang 2025–2026
Secara tren, kunjungan wisman ke Riau menunjukkan pola fluktuatif sepanjang Februari 2025 hingga Februari 2026. Pada Februari 2025 tercatat sebanyak 5.162 kunjungan, kemudian meningkat hingga mencapai puncak pada Juni 2025 sebesar 7.802 kunjungan.
Setelah itu, jumlah kunjungan kembali menurun hingga Januari 2026 sebanyak 5.532 kunjungan, sebelum naik lagi pada Februari 2026 menjadi 5.952 kunjungan.
“Secara umum, pergerakan wisman ke Riau masih menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik musiman maupun aktivitas lintas batas,” tutupnya.





