Gawia Sowa ke-186 Jadi Simbol Harmoni Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang kembali mendukung pelaksanaan Perayaan Gawia Sowa Adat Dayak Bidayuh Bijagoi ke-186 yang digelar di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Kamis (4/6/2026). Foto: Kominfo Bengkayang

Bengkayang (Outsiders) – Perayaan Gawia Sowa Adat Dayak Bidayuh Bijagoi ke-186 di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, menjadi momentum memperkuat persaudaraan masyarakat Dayak Bidayuh yang tinggal di kedua sisi perbatasan Indonesia-Malaysia.

Masyarakat Dayak Bidayuh dari Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, bersama warga dari Serikin dan Bau, Sarawak, Malaysia, hadir mengikuti rangkaian perayaan sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga mereka.

Bacaan Lainnya

Kehadiran masyarakat dari kedua negara tersebut menunjukkan bahwa batas negara tidak menghilangkan kesamaan identitas, bahasa, adat istiadat, serta sejarah yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Kepala PLBN Jagoi Babang, Misdo J. Purba, mengatakan Gawia Sowa memiliki makna strategis, tidak hanya sebagai perayaan adat, tetapi juga sebagai simbol persatuan masyarakat perbatasan.

“PLBN Jagoi Babang berkomitmen mendukung kegiatan budaya masyarakat perbatasan. Gawia Sowa adalah wujud nyata bahwa budaya mampu menjadi jembatan persaudaraan lintas negara yang harus kita jaga bersama,” ujar Misdo.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, PLBN Jagoi Babang bersama unsur Customs, Immigration, Quarantine (CIQ) memberikan pelayanan optimal selama pelaksanaan perayaan.

Pelayanan yang diberikan meliputi pengaturan arus keluar masuk kendaraan, pengawasan perlintasan, hingga penyediaan fasilitas pendukung seperti troli guna memastikan kelancaran dan kenyamanan masyarakat yang melintas.

Puncak Perayaan Gawia Sowa Adat Dayak Bidayuh Bijagoi ke-186 telah berlangsung meriah pada 3 Juni 2026 di Kampung Adat Bung Kapuak. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan.

Acara itu juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Bengkayang, Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, anggota DPRD Kalimantan Barat, unsur TNI-Polri, Kejaksaan Negeri Bengkayang, serta para tokoh adat dan masyarakat setempat.

Selain itu, perayaan turut dihadiri delegasi dari Sarawak yang dipimpin oleh Datuk Henry Harry Jinep. Kehadiran delegasi Malaysia semakin menegaskan peran Gawia Sowa sebagai perayaan budaya lintas batas yang mempererat hubungan sosial masyarakat Dayak Bidayuh Indonesia dan Malaysia.

Melalui dukungannya terhadap Gawia Sowa, PLBN Jagoi Babang yang dikelola oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan perlintasan, tetapi juga berperan sebagai simpul pemersatu budaya dan persaudaraan di kawasan perbatasan.

Perayaan tersebut kembali menegaskan bahwa adat, budaya, dan nilai kekeluargaan tetap hidup serta menjadi fondasi harmoni masyarakat lintas negara di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Pos terkait