Nunukan (Outsiders) – Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang menjadi wilayah perbatasan langsung Indonesia dan Malaysia, kembali menjadi sasaran upaya penyelundupan narkotika. Aparat gabungan TNI AL melalui Pangkalan TNI AL Nunukan berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu yang diduga berasal dari Tawau, Malaysia, di perairan Sebatik, Selasa (20/1/2026).
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi intelijen terkait rencana masuknya narkotika melalui jalur laut perbatasan Pulau Sebatik. Menindaklanjuti informasi itu, Tim Quick Response Lanal Nunukan berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Nunukan, Bea Cukai Nunukan, serta Satgas Bais untuk melaksanakan operasi terpadu.
Setelah konsolidasi dan penentuan titik penyekatan di jalur rawan perlintasan, tim gabungan bergerak ke perairan Sebatik. Pada Selasa dini hari, petugas mendeteksi sebuah longboat mencurigakan yang melintas di Alur Sungai Tembaring, wilayah perairan perbatasan Pulau Sebatik.
Saat dilakukan pengejaran, longboat berhasil dihentikan. Namun dua orang terduga melompat ke laut dan berusaha melarikan diri ke kawasan bakau di sekitar perbatasan. Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan satu orang terduga, sementara satu terduga lainnya meloloskan diri.
Di sekitar lokasi penangkapan, petugas menemukan sebuah kotak yang mengapung di perairan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kotak tersebut berisi tiga bungkus narkotika jenis sabu-sabu dengan berat total 150 gram dan nilai taksiran mencapai Rp150 juta.
Terduga pelaku beserta barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Nunukan untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan alat Narkotest, barang bukti tersebut dinyatakan positif mengandung metamfetamin.
Keberhasilan penggagalan penyelundupan di wilayah perbatasan Pulau Sebatik ini menunjukkan pentingnya pengawasan ketat di jalur laut perbatasan. Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan komitmen TNI AL dalam menjaga kawasan perbatasan dari kejahatan lintas negara.
“TNI AL akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk kejahatan lintas negara demi menjaga kedaulatan dan keamanan maritim nasional,” tegas Muhammad Ali.





