Keamanan jadi fokus utama Program Pariwisata 2026

Arah pengembangan pariwisata Indonesia dalam forum “Leaders’ Meeting: Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future” bersama Harvard Indonesian Student Association, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto: dok Kemenpar

Jakarta (Outsiders) – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa penguatan keamanan pariwisata menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata dalam menyongsong 2026. Program ini dipandang sebagai fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pariwisata nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Pariwisata saat memaparkan arah pengembangan pariwisata Indonesia dalam forum “Leaders’ Meeting: Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future” bersama Harvard Indonesian Student Association, di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Bacaan Lainnya

Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa aspek keamanan mencakup perlindungan wisatawan, kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana, serta penegakan standar keselamatan di destinasi wisata, khususnya wisata alam dan bahari.

Penguatan keamanan pariwisata juga diarahkan melalui penyusunan dan pengetatan standar operasional prosedur atau SOP, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas pelaku pariwisata di daerah.

“Keamanan menjadi prasyarat utama agar pariwisata dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti.

Ia menambahkan, penguatan keamanan pariwisata berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan pengelolaan destinasi yang bertanggung jawab. Pemerintah menaruh perhatian khusus pada penanganan sampah di destinasi wisata serta pencegahan risiko kecelakaan di kawasan wisata alam dan bahari.

Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia pariwisata juga menjadi bagian dari strategi penguatan keamanan. Pemerintah menggencarkan program upskilling tahunan untuk memastikan tenaga kerja pariwisata memiliki kompetensi dan sertifikasi yang sesuai standar.

“Saat ini kami melaksanakan program upskilling tahunan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata,” ujarnya.

Menteri Pariwisata menegaskan bahwa penguatan keamanan pariwisata tidak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga melindungi masyarakat lokal serta menjaga citra Indonesia sebagai destinasi wisata yang aman dan bertanggung jawab.

Dengan penguatan keamanan sebagai salah satu fokus utama, pemerintah optimistis sektor pariwisata Indonesia akan terus tumbuh dan mampu bersaing di tingkat regional maupun global.

Pos terkait