Surabaya (Outsiders) – Kerja sama pertahanan Indonesia dan Amerika Serikat kembali diperkuat. TNI Angkatan Laut (TNI AL), United States Navy (US Navy), dan United States Marine Corps (USMC) menggelar Initial Planning Conference (IPC) guna menyusun konsep pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT), Keris Marex, dan Reconex 2026 yang akan memperkuat interoperabilitas kedua angkatan laut.
Forum perencanaan yang berlangsung di Peacock Ballroom Hotel Morazen Surabaya, Kamis lalu (16/7/2026), menjadi langkah awal dalam mematangkan seluruh aspek pelaksanaan latihan gabungan, mulai dari skenario operasi hingga kesiapan personel dan alutsista yang akan dilibatkan.
Pertemuan dipimpin Paban III Lat Sopsal Mabesal Kolonel Laut (P) Ludfy selaku Ketua Delegasi TNI AL, sedangkan delegasi Amerika Serikat dipimpin CDR Steven Ross Gillespie dari US Navy.
Koarmada II Turut Perkuat Delegasi TNI AL
Dalam forum tersebut, Koarmada II turut bergabung dalam delegasi TNI AL dengan mengikutsertakan Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada II Kolonel Laut (P) Adam Tjahja Saputra, Komandan KRI Sultan Iskandar Muda-367, serta sejumlah perwira Korps Marinir (Kormar) TNI AL.
Kehadiran unsur Koarmada II dan Korps Marinir menjadi bagian dari upaya menyelaraskan konsep operasi bersama yang akan diterapkan selama latihan berlangsung.
Susun Skenario Latihan Darat dan Laut
Initial Planning Conference dilaksanakan selama dua hari, yakni 16 hingga 17 Juli 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua delegasi membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan latihan, termasuk penentuan lokasi dan waktu pelaksanaan, penyusunan skenario manuver, identifikasi aset yang akan diterjunkan, kesiapan peralatan, hingga materi latihan pada fase darat (shore phase) dan fase laut (sea phase).
Perencanaan yang matang diharapkan mampu mendukung kelancaran pelaksanaan latihan sekaligus meningkatkan efektivitas kerja sama operasional antara kedua angkatan laut.
Perkuat Profesionalisme dan Keamanan Maritim
Latihan Bersama CARAT, Keris Marex, dan Reconex 2026 merupakan agenda kerja sama bilateral antara TNI AL, US Navy, dan USMC yang bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit, memperkuat interoperabilitas dalam operasi gabungan, serta mempererat hubungan kemitraan kedua negara.
Melalui latihan tersebut, Indonesia dan Amerika Serikat juga berkomitmen memperkuat stabilitas serta keamanan maritim di kawasan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan di wilayah perairan strategis.





