Jakarta (Outsiders)— Gelombang bantuan kemanusiaan kembali digerakkan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan KRI dr. Soeharso-990, kapal bantu rumah sakit milik TNI AL, untuk membawa logistik sekaligus memperkuat penanganan darurat di wilayah bencana.
KRI dr. Soeharso-990 bertolak membawa bantuan kemanusiaan pada Selasa (18/8/2026). Kapal tersebut merupakan unsur Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II.
Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II) Laksda TNI I G. P. Alit Jaya yang juga bertindak sebagai Komandan Gugus Tugas Penanggulangan Bencana Alam NTT, meninjau langsung proses embarkasi bantuan sebelum kapal diberangkatkan menuju wilayah terdampak.
Bantuan yang dikumpulkan dari TNI AL bersama masyarakat tersebut mencakup kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari. Total bantuan terdiri atas 1,955 ton beras, 1.278 dus mi instan, 350 dus air mineral, 31 dus susu kemasan, 20 dus biskuit, dan 16 dus sarden.
Selain makanan dan minuman, bantuan juga mencakup 55 dus perlengkapan kebersihan, antara lain popok, sabun, pembalut, sikat gigi, pasta gigi, dan detergen. Sebanyak 61 lembar selimut, 148 dus pakaian layak pakai, serta 17 dus perlengkapan ibadah turut dikirim untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Tak hanya membawa logistik, TNI AL mengerahkan 200 prajurit Korps Marinir dari Pasmar-2 untuk memperkuat operasi kemanusiaan di lapangan. Sejumlah peralatan berat dan fasilitas pendukung juga dikirim, terdiri atas satu bulldozer, satu excavator, 10 truk, satu truk tangki, satu rumah sakit lapangan, serta satu set dapur lapangan.
Dukungan tersebut disiapkan untuk membantu proses evakuasi, pembersihan wilayah terdampak, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Untuk mempercepat penanganan bencana, TNI AL juga menyiapkan tiga pangkalan di bawah komando Kodaeral VII, yakni Lanal Maumere, Lanal Labuan Bajo, dan Lanal Ende. Ketiga pangkalan itu akan menjadi bagian dari dukungan operasi penanggulangan bencana di sejumlah wilayah terdampak.
Saat meninjau proses embarkasi, Pangkoarmada II memastikan seluruh personel, bantuan, dan material pendukung telah dipersiapkan dengan aman dan sesuai rencana.
KRI dr. Soeharso-990 yang memiliki kemampuan sebagai kapal bantu rumah sakit diharapkan dapat memberikan dukungan medis sekaligus memperkuat distribusi bantuan selama operasi kemanusiaan berlangsung.
Sebelumnya, TNI AL juga telah mengerahkan sejumlah unsur lain untuk membantu masyarakat terdampak gempa, di antaranya KRI Bung Hatta-370, KRI Hiu-634, helikopter Bell 412, serta ratusan personel TNI AL.
Unsur-unsur tersebut dikerahkan untuk membawa dan mendistribusikan bantuan ke sejumlah titik pengungsian.
Di tengah situasi darurat pascagempa, kehadiran personel, kapal, peralatan berat, fasilitas kesehatan, serta bantuan logistik diharapkan dapat mempercepat penanganan di lapangan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera terpenuhi.
Operasi kemanusiaan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat respons darurat sekaligus meringankan beban warga yang tengah menghadapi dampak bencana di NTT.





