Bangkai KM Virgo Transport 8 Bergeser 453 Meter, TNI AL Kerahkan Penyelam dan ROV

Operasi tim ROV TNI AL bekerja di kedalaman sekitar 29 meter menjadi bagian penting dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8 di perairan Kepulauan Masalembu, Laut Jawa. Dari atas kapal, perangkat kendali diarahkan untuk memantau kondisi bangkai kapal yang berada dalam posisi terbalik di dasar laut. (Foto: Dispen AL)

Banjarmasin (Outsiders) – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa terus diperkuat TNI Angkatan Laut (TNI AL). Operasi kini dipusatkan pada pemeriksaan dan pengamanan bangkai kapal yang berada di dasar Laut Jawa sekitar Kepulauan Masalembu.

Bangkai kapal feri tersebut berada pada kedalaman sekitar 29 hingga 30 meter. Kapal ditemukan dalam kondisi terbalik dan mengalami pergeseran akibat arus bawah laut.

Bacaan Lainnya

Data terbaru operasi SAR mencatat posisi bangkai KM Virgo Transport 8 telah bergeser sekitar 453 meter ke arah tenggara dari titik pantauan sebelumnya. Bagian lunas kapal yang sebelumnya sempat terlihat di permukaan kini sudah tidak tampak lagi.

Lokasi bangkai kapal berada di wilayah perairan Kepulauan Masalembu, Laut Jawa, atau sekitar 80 mil laut (sekitar 148 kilometer) dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kondisi bangkai kapal di kedalaman tersebut menjadi perhatian utama tim SAR. Sejumlah unsur TNI AL dikerahkan untuk melakukan penyelaman, pemeriksaan marking, pemasangan buoy, pengamanan lokasi, hingga uji penggunaan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk membantu pengamatan bawah laut.

Operasi SAR menggunakan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 sebagai kapal markas SAR. Pangkoarmada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), sedangkan Danguskamla Koarmada II Laksma TNI Edy Setyawan menjadi On Scene Commander (OSC).

Unsur TNI AL yang terlibat terdiri atas KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-731, KRI Canopus-936, serta Helly Panther HS-1311 yang berada di KRI I Gusti Ngurah Rai-332.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 melaksanakan pengecekan marking bangkai KM Virgo Transport 8. Tim kemudian melakukan penyelaman di sekitar bangkai kapal sekaligus memberikan asistensi kepada KN Kunyit dalam pemasangan buoy sebagai penanda lokasi.

Sementara itu, KRI Pulau Fani-731 bertugas mengamankan bangkai kapal sekaligus melakukan uji coba ROV. Penggunaan perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemantauan kondisi bangkai kapal dari permukaan tanpa harus mengandalkan penyelaman secara terus-menerus.

Pengamanan area juga dilakukan KRI Canopus-936. Adapun KRI Nala-363 menjalani pembekalan ulang di Surabaya untuk mendukung kesiapan unsur dalam operasi SAR.

Di tengah pencarian, kondisi lingkungan sekitar bangkai kapal terpantau aman. Basarnas memastikan tidak ditemukan kebocoran minyak maupun oli dari kapal yang tenggelam tersebut sehingga sejauh ini tidak terdapat indikasi pencemaran minyak di sekitar lokasi.

Dengan bangkai kapal berada di dasar laut pada kedalaman sekitar 29 meter dan telah bergeser 453 meter akibat arus bawah laut, penandaan serta pengamanan lokasi menjadi bagian penting dalam operasi pencarian.

Unsur-unsur TNI AL akan terus menyisir sektor yang telah ditentukan. Koordinasi juga diperkuat bersama Lanal Banjarmasin dan Posko Gabungan SAR di Banjarmasin untuk mendukung pencarian korban KM Virgo Transport 8.

Pos terkait