Kampar (Outsiders) – Kawasan wisata Sungai Hijau di Desa Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, terbakar hebat. Kobaran api membumbung tinggi ke langit malam dan menghanguskan sedikitnya 2 hektare lahan di kawasan Jalan Lingkar, Kamis (17/9/2026) malam.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Rekaman kobaran api yang terlihat membesar dalam gelapnya malam kemudian menyebar luas di media sosial.
Peristiwa tersebut menjadi kabar menyedihkan bagi kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Kampar. Sepanjang libur Lebaran lalu, Sungai Hijau tercatat didatangi 36.954 wisatawan.
Lokasinya yang relatif dekat dari Bangkinang Kota membuat Sungai Hijau menjadi salah satu pilihan wisatawan lokal maupun pengunjung dari luar daerah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar, H. Azwan, membenarkan kebakaran tersebut. Menurut dia, api berhasil dipadamkan pada malam yang sama setelah tim satgas gabungan melakukan operasi pemadaman.
“Pemadaman berhasil dilakukan malam itu juga, meskipun tim satgas gabungan sempat mengalami kendala akibat minimnya penerangan dan sulitnya mencari sumber air di lokasi,” ungkap Azwan, Jumat (18/9/2026) pagi.
Operasi pemadaman dipimpin langsung Kapolsek Bangkinang Barat Iptu Rully Chairullah bersama Camat Salo Syogiandi. Tim gabungan dari berbagai unsur turut dikerahkan untuk menjinakkan api.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sedikitnya 2 hektare. Hingga Jumat pagi, BPBD Kampar masih mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
Azwan meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk membuka perkebunan. Warga juga diminta tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala.
Kebakaran di Sungai Hijau menjadi catatan serius bagi kawasan wisata yang selama ini mengandalkan kekayaan alam sebagai daya tarik utama. Selain mengancam lingkungan, kebakaran juga berpotensi mengganggu keberlangsungan destinasi yang menjadi salah satu magnet kunjungan wisatawan di Kabupaten Kampar.





