Cuaca Pekanbaru Cerah Berawan, Kualitas Udara Masih Tidak Sehat

Ilustrasi (Rekayasa AI ~ Gemini)

Pekanbaru (Outsiders) – Warga Kota Pekanbaru kembali dihadapkan pada kualitas udara yang tidak sehat pada Senin (14/09/2026). Kondisi tersebut terjadi di tengah prakiraan cuaca yang didominasi awan dengan suhu udara yang dapat mencapai 33 derajat Celsius.

Berdasarkan pemantauan AQICN, kualitas udara Pekanbaru sekitar pukul 10.00 WIB berada pada AQI 167 atau kategori tidak sehat. Polutan utama yang dipantau adalah PM2.5. Pada saat yang sama, suhu udara tercatat sekitar 30 derajat Celsius dengan kelembapan 68 persen dan kecepatan angin sekitar 5 km per jam.

Bacaan Lainnya

Cek Kondisi PM2.5 secara berkala pada link berikut: | AQICN | IQAir | BMKG |

Data tersebut sejalan dengan pemantauan IQAir pada Senin pagi yang juga menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kategori tidak sehat. Pada pukul 09.00 WIB, IQAir mencatat AQI mencapai 173, menandakan konsentrasi polutan masih cukup tinggi di udara.

Sementara itu, prakiraan cuaca BMKG untuk Kota Pekanbaru menunjukkan kondisi cuaca pada umumnya berawan. Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 26 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan yang masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.

Kondisi cuaca tersebut menjadi perhatian karena kualitas udara Pekanbaru kembali memburuk setelah sebelumnya sempat mengalami perbaikan. Sejumlah laporan pemantauan pada Senin pagi juga menyebut kabut asap kembali terlihat di sejumlah kawasan Kota Pekanbaru.

Perbedaan angka antara AQICN, IQAir dan BMKG dapat terjadi karena masing-masing platform menggunakan titik pemantauan, waktu pembaruan dan metode pengolahan data yang berbeda. Namun, ketiganya dapat digunakan untuk melihat kecenderungan kualitas udara secara umum.

Dengan kondisi PM2.5 yang masih berada pada level tidak sehat, masyarakat, terutama anak-anak, lansia dan warga yang memiliki sensitivitas terhadap polusi udara, perlu mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan. Penggunaan masker saat harus beraktivitas di luar juga dapat menjadi langkah perlindungan, terutama ketika udara terlihat berkabut atau berasap.

Kondisi Pekanbaru hari ini menunjukkan bahwa cuaca berawan belum berarti kualitas udara aman. Justru, pemantauan PM2.5 tetap penting karena konsentrasi partikulat halus dapat berubah sepanjang hari mengikuti kondisi angin, sumber asap dan dinamika atmosfer.

Pos terkait