Pekanbaru (Outsiders) – Kualitas udara di Kota Pekanbaru masih berada pada level tidak sehat. Data pemantauan IQAir pada Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 68,3 mikrogram per meter kubik dengan indeks kualitas udara (AQI) 160 atau masuk kategori tidak sehat.
Data tersebut menunjukkan masyarakat Pekanbaru masih berhadapan dengan paparan partikulat halus yang dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif. IQAir juga mencatat PM2.5 sebagai polutan utama pada pengukuran tersebut.
Cek Kondisi PM2.5 secara berkala pada link berikut: | AQICN | IQAir | BMKG |
Sementara itu, pemantauan AQICN menunjukkan kondisi yang juga mengkhawatirkan. Indeks AQI PM2.5 Pekanbaru tercatat 159 dan masuk kategori tidak sehat. Namun, data AQICN yang terbaca diperbarui pada Rabu (9/9/2026) sehingga waktu pengukurannya tidak sama dengan data IQAir.
Perbedaan angka antarplatform tidak serta-merta menunjukkan adanya pertentangan data. Waktu pembaruan, stasiun pemantauan dan metode penyajian indeks dapat berbeda. Karena itu, angka dari masing-masing platform lebih tepat digunakan sebagai gambaran kondisi kualitas udara pada waktu pengukuran masing-masing.
Kondisi udara tersebut berlangsung ketika cuaca Pekanbaru cenderung lembap. Berdasarkan pemantauan BMKG di kawasan Kota Baru, Kecamatan Pekanbaru Kota, suhu tercatat 25 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 96 persen. Angin bertiup dari arah utara dengan kecepatan 8,1 kilometer per jam dan jarak pandang kurang dari 6 kilometer. Kondisi langit dilaporkan berawan tebal.
Prakiraan BMKG juga menunjukkan potensi hujan ringan pada malam hari sebelum kondisi kembali berawan. Kelembapan diperkirakan tetap tinggi hingga dini hari, berada pada kisaran 95 sampai 98 persen.
Dengan kombinasi kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat dan kondisi atmosfer yang lembap, masyarakat, terutama anak-anak, lansia serta warga dengan gangguan pernapasan, perlu lebih waspada terhadap aktivitas di luar ruangan. Pemantauan kualitas udara juga penting dilakukan secara berkala karena kondisi PM2.5 dapat berubah mengikuti arah angin, hujan dan sumber emisi di sekitar kota.
BMKG sendiri menyediakan pemantauan khusus konsentrasi PM2.5 Pekanbaru sebagai bagian dari layanan informasi kualitas udara. Namun, angka konsentrasi real-time pada halaman tersebut tidak terbaca dalam sistem saat pemeriksaan dilakukan.





