Merauke (Outsiders) – Aktivitas perlintasan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) asal Papua Nugini (PNG) menjadi sorotan di kawasan perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Persoalan yang muncul di lapangan dibahas dalam pertemuan petugas kedua negara di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota.
Pertemuan antara unsur Customs, Immigration, Quarantine, and Security (CIQS) PLBN Sota dengan Papua New Guinea Defence Force (PNGDF) berlangsung Jumat lalu (11/9/2026). Forum tersebut difasilitasi PLBN Sota untuk membahas dinamika perlintasan, khususnya di kawasan PLBN Sota hingga sekitar Tugu MM.13.
Pertemuan menjadi ruang koordinasi bagi petugas Indonesia dan PNG untuk mengidentifikasi persoalan yang terjadi di lapangan. Selain itu, kedua pihak membahas langkah yang dapat dilakukan untuk memastikan pelayanan dan pengawasan perlintasan berjalan sesuai ketentuan.
Kepala PLBN Sota, B. Mathilda Pusung, mengatakan koordinasi antara petugas kedua negara diperlukan agar terdapat kesamaan pemahaman dalam menghadapi persoalan perlintasan.
“PLBN Sota terus mendorong komunikasi dan koordinasi yang baik antara petugas kedua negara. Setiap permasalahan perlintasan perlu diselesaikan melalui komunikasi yang konstruktif, dengan tetap berpedoman pada aturan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Mathilda.
Menurut Mathilda, komunikasi lintas negara menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan perbatasan. Persoalan yang muncul di lapangan perlu ditangani melalui koordinasi dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku di masing-masing negara.
PLBN Sota juga memperkuat koordinasi dengan unsur CIQS, TNI/Polri, Satgas Pamtas RI-PNG dan unsur keamanan lainnya. Pengawasan dilakukan untuk memastikan aktivitas perlintasan masyarakat tetap aman, tertib dan sesuai prosedur.
Pertemuan tersebut dihadiri Henokh F. Korwa mewakili PLBN Sota, unsur CIQS PLBN Sota, Satgas Pamtas RI-PNG, anggota Koramil Sota, anggota Polsek Sota, Danpos Prayuda, Danpos Ketapang serta unsur Intel Kodim Sota.
Sementara dari pihak Papua Nugini hadir personel PNGDF yang bertugas melakukan pengamanan dan pengawasan kawasan perbatasan.
Koordinasi Indonesia dan PNG tersebut diharapkan memperkuat komunikasi antarpetugas dalam menangani dinamika perlintasan WNI maupun WNA asal PNG. Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan perbatasan tetap aman dan aktivitas masyarakat berlangsung tertib sesuai ketentuan.





