Pekanbaru (Outsiders) – Kualitas udara Kota Pekanbaru pada Kamis (17/9/2026) siang masih berada pada level yang perlu diwaspadai. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 tercatat 85,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 12.00 WIB, dengan kategori tidak sehat menurut pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Data BMKG menunjukkan angka PM2.5 Pekanbaru sebesar 85,8 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat dalam sistem pemantauan kualitas udara BMKG. PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil, yakni 2,5 mikrometer atau lebih kecil, yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Cek Kondisi PM2.5 secara berkala pada link berikut: | AQICN | IQAir | BMKG |
Pada pagi hari, pemantauan IQAir sempat menunjukkan AQI US sekitar 214, yang masuk kategori “Sangat Tidak Sehat”. Kondisi tersebut menandakan tingginya paparan partikulat halus sebelum memasuki siang hari.
Memasuki pukul 13.00 WIB, pemantauan IQAir menunjukkan konsentrasi PM2.5 masih berada pada angka yang sama, yakni 85,8 µg/m³. IQAir mengonversi konsentrasi tersebut menjadi AQI US 172 dan menempatkan kualitas udara Pekanbaru dalam kategori tidak sehat. Data IQAir tersebut berasal dari stasiun yang diatribusikan kepada BMKG.
Kondisi siang itu terjadi ketika suhu Pekanbaru berada di sekitar 32 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 5 kilometer per jam dan kelembapan 44 persen. Parameter tersebut turut menggambarkan kondisi atmosfer ketika konsentrasi PM2.5 masih tinggi.
Bila dibandingkan dengan kondisi pagi, terdapat tanda penurunan konsentrasi partikulat. Namun, perbaikan tersebut belum membawa kualitas udara ke kategori yang lebih rendah. Konsentrasi PM2.5 sebesar 85,8 µg/m³ masih menunjukkan adanya paparan partikulat halus yang perlu diperhatikan, terutama oleh kelompok masyarakat yang sensitif terhadap polusi udara.
Data tersebut juga menunjukkan pentingnya melihat konsentrasi PM2.5 secara langsung, bukan hanya angka indeks kualitas udara. Nilai AQI dapat berbeda antarplatform karena masing-masing menggunakan sistem indeks dan metode penghitungan yang berbeda. Sementara itu, konsentrasi PM2.5 memberikan gambaran langsung mengenai jumlah partikulat halus yang terukur di udara.
Hingga pembaruan terakhir yang dapat diverifikasi, belum terlihat perubahan kualitas udara Pekanbaru menuju kategori baik atau sedang. Pemantauan BMKG pada pukul 12.00 WIB dan IQAir pada pukul 13.00 WIB sama-sama menunjukkan konsentrasi PM2.5 sebesar 85,8 µg/m³.
Bagi masyarakat Pekanbaru, kondisi ini menjadi pengingat untuk memperhatikan paparan udara luar ruang, terutama ketika aktivitas dilakukan dalam waktu lama. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan sensitivitas terhadap polusi udara perlu lebih memperhatikan perkembangan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Sementara itu, pemantauan AQICN juga menjadi salah satu sumber pembanding kualitas udara Pekanbaru. Namun, pada saat pemeriksaan dilakukan, angka terbaru dari halaman Pekanbaru pada platform tersebut tidak dapat diverifikasi secara memadai. Karena itu, angka 85,8 µg/m³ dari BMKG dan IQAir digunakan sebagai data utama dalam pembacaan kondisi udara siang ini.
Dengan demikian, gambaran kualitas udara Pekanbaru pada Kamis (17/9/2026) siang menunjukkan kondisi yang masih tidak sehat. Meski konsentrasi PM2.5 lebih rendah dibanding sejumlah pembacaan sebelumnya, udara kota belum sepenuhnya keluar dari tekanan polusi partikulat.





