Mataram (Outsiders) – Aksi konvoi sejumlah remaja sambil membawa senjata tajam (sajam) di sejumlah ruas jalan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), berujung pada tindakan kepolisian. Sebanyak 24 remaja diamankan setelah video aksi mereka beredar luas di media sosial.
Kasatreskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma Yulia Putra mengatakan, seluruh remaja masih diperiksa hingga Minggu (13/9/2026). Polisi mendalami peran masing-masing, terutama karena sebagian besar yang diamankan masih berstatus pelajar SMP.
Dari pemeriksaan sementara, lima remaja diketahui membawa sajam. Polisi menyita satu celurit dan satu senjata menyerupai samurai yang diduga berkaitan dengan aksi konvoi tersebut.
“Mereka memang berkumpul di beberapa tempat dan melakukan kegiatan yang mengganggu keamanan. Mereka melakukannya dengan cara bersenang-senang,” kata Dharma.
Kepada penyidik, para remaja mengaku memperoleh senjata tersebut melalui toko daring dengan harga sekitar Rp135 ribu hingga Rp150 ribu. Polisi juga menemukan satu remaja yang disebut memiliki riwayat perkara narkotika.
Selain membawa sajam, sejumlah remaja mengaku mengonsumsi minuman beralkohol sebelum atau saat mengikuti konvoi. Dalam video yang beredar, mereka terlihat mengendarai sepeda motor secara berkelompok, sementara beberapa di antaranya membawa celurit dan senjata menyerupai parang berukuran besar.
Lima remaja yang kedapatan membawa sajam akan diproses sesuai ketentuan hukum. Penyidik menerapkan Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
“(24 orang) masih di Polresta, masih dimintai keterangan. Untuk yang bawa sajam kami akan proses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Dharma.
Sementara 19 remaja lainnya akan diarahkan pada langkah pembinaan. Polisi akan memanggil orang tua, Lembaga Perlindungan Anak (LPA), pihak sekolah, serta Pemerintah Kota Mataram pada Selasa (15/9/2026).
Para remaja tersebut berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat. Polisi juga meningkatkan patroli bersama tim URC Jatanras Polda NTB dan jajaran Polsek di sejumlah ruas jalan yang rawan menjadi lokasi berkumpul dan konvoi.
“Kami tetap melakukan patroli dan berkoordinasi dengan tim URC Jatanras Polda NTB. Serta berkolaborasi juga dengan Polsek,” kata Dharma.





