Banjarmasin (Outsiders) – Operasi pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa memasuki perkembangan penting. Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) P-8301 TNI Angkatan Laut menemukan sejumlah sekoci keselamatan atau life craft, termasuk dua sekoci yang masih berisi korban.
Pesawat dari Skuadron 800 Wing Udara 2 Puspenerbal itu mendeteksi KM Virgo Transport 8 dalam kondisi tenggelam dan terbalik saat melakukan pemantauan udara di sekitar lokasi kejadian, Ahad (13/9/2026).
Selain bangkai kapal, tim udara menemukan beberapa life craft yang terapung di sekitar lokasi. Dua sekoci terpantau berdekatan dan terdapat sejumlah orang di dalamnya yang terlihat memberikan tanda membutuhkan pertolongan.
Tim udara juga menemukan satu sekoci lain dalam kondisi kosong yang terpisah dari lokasi utama serta satu life craft dalam kondisi terbalik. Posisi sekoci yang berisi korban kemudian dilaporkan kepada unsur SAR untuk ditindaklanjuti dengan proses evakuasi menggunakan helikopter maupun kapal perang.
Penerbangan SAR tersebut dipiloti langsung Komandan Skuadron Udara 800 Wing Udara 2 Puspenerbal Letkol Laut (P) Candra Wira. Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie turut memantau pelaksanaan operasi tersebut.
Oscar mengatakan pengerahan unsur udara menjadi langkah cepat untuk mendapatkan gambaran kondisi di lokasi dan memberikan data akurat kepada unsur SAR yang berada di laut.
“Kehadiran unsur udara Puspenerbal merupakan langkah cepat dan responsif untuk memastikan koordinasi operasi pertolongan berjalan secara optimal,” kata Oscar.
Hingga Senin (14/9/2026), operasi gabungan telah mengevakuasi 114 korban ke empat kapal penyelamat. Sebanyak 108 orang dinyatakan selamat, enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih dalam pencarian.
Dari korban yang telah dievakuasi, MV Haida menjadi kapal penyelamat pertama yang tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Minggu (13/9) sekitar pukul 18.30 WITA. Kapal tersebut membawa 69 korban dan seluruhnya dinyatakan selamat.
Pada hari kedua, MT Mauhau tiba di Pelabuhan Trisakti sekitar pukul 06.10 WITA dengan membawa 16 korban. Sebanyak 15 orang selamat dan satu korban meninggal dunia.
Penanganan korban dilakukan di Posko SAR dengan dukungan tim medis. Lima rumah sakit di Banjarmasin disiapkan sebagai rujukan, yakni RS TPT, RS Suaka Insan, RSUD Ansari Saleh, RS Bhayangkara, dan RSUD Ulin.
Dari unsur TNI AL, operasi melibatkan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang membawa Helikopter Panther HS-1311, Tim Kopaska, Tim Koppeba, tim kesehatan Koarmada II, serta unsur pendukung lainnya. Operasi juga diperkuat KRI Nala-363, KRI Pulau Fani-732, KRI Canopus-936, KAL Kumai II-13-51 dan CN235 MPA P-8301.
Sementara Basarnas mengerahkan KN SAR Laksmana 241, KN SAR 249 Permadi dan unsur KN Kunyit dari Navigasi. Helikopter Basarnas serta unsur udara lainnya juga dilibatkan dalam pencarian.
KAL Kumai II-13-51 terus menyisir sektor perairan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Namun, berdasarkan pemantauan terakhir dari kapal patroli tersebut, belum ditemukan tanda-tanda atau objek terapung di permukaan laut.
Lokasi pencarian berada di koordinat 4°31’51.82″S 114°2’6.88″E, sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin. Pencarian terhadap 129 korban yang belum ditemukan masih berlangsung secara intensif dengan mengandalkan pemantauan udara, penyisiran laut dan koordinasi seluruh unsur SAR gabungan.





