Pekanbaru (Outsiders) – Warga Kota Pekanbaru masih harus berhadapan dengan udara yang kurang bersahabat pada Rabu (16/09/2026). Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sebagian besar wilayah kota berada dalam kondisi udara kabur, sementara pemantauan kualitas udara mencatat konsentrasi PM2.5 masih berada pada kategori tidak sehat.
Berdasarkan data BMKG yang diperbarui pukul 14.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 109,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan masuk kategori tidak sehat. PM2.5 merupakan partikel udara berukuran tidak lebih dari 2,5 mikrometer yang dapat terhirup hingga ke bagian dalam sistem pernapasan.
Cek Kondisi PM2.5 secara berkala pada link berikut: | AQICN | IQAir | BMKG |
Kondisi serupa terlihat pada pemantauan IQAir. Pada sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, IQAir mencatat AQI US Pekanbaru berada di angka 180 dengan konsentrasi PM2.5 sekitar 97 µg/m³. Angka tersebut juga berada dalam kategori tidak sehat.
Sementara AQICN pada pembaruan terakhir yang tampil dalam pemantauan mencatat AQI PM2.5 Pekanbaru 196, juga dalam kategori tidak sehat. AQICN menyebut data kualitas udara tersebut disediakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
Di tengah kondisi udara tersebut, prakiraan cuaca BMKG menunjukkan hampir seluruh kecamatan di Pekanbaru mengalami udara kabur pada Rabu. Suhu diperkirakan berada di kisaran 26 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan sekitar 55 hingga 88 persen, tergantung wilayah.
Kondisi cuaca itu diperkirakan berubah dalam beberapa hari ke depan. Pada Kamis (17/09/2026), sebagian besar wilayah Pekanbaru masih diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu sekitar 24 hingga 30 derajat Celsius. Hujan ringan mulai muncul dalam prakiraan BMKG pada Jumat (18/09/2026) dan berlanjut pada Sabtu (19/09/2026), sebelum cuaca cenderung berawan pada hari-hari berikutnya.
Potensi hujan menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan di tengah kondisi kualitas udara saat ini. Hujan dapat membantu mengendapkan sebagian partikulat di atmosfer, tetapi dampaknya terhadap PM2.5 bergantung pada intensitas dan cakupan hujan serta kondisi atmosfer setempat. Karena itu, munculnya potensi hujan belum otomatis berarti kualitas udara akan langsung membaik.
Data IQAir juga menunjukkan kualitas udara dapat berubah sepanjang hari. Prakiraannya untuk Pekanbaru memperlihatkan indeks kualitas udara masih berada pada level tinggi pada siang hingga sore, kemudian cenderung berubah pada malam dan dini hari.
Dengan kondisi PM2.5 yang masih berada pada kategori tidak sehat, masyarakat perlu memperhatikan pembaruan kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Terutama bagi kelompok yang sensitif terhadap polusi udara, perubahan konsentrasi partikulat perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan aktivitas harian.
Situasi ini juga menunjukkan bahwa kondisi cuaca dan kualitas udara Pekanbaru masih perlu dipantau secara bersamaan. Udara kabur yang diprakirakan BMKG dan konsentrasi PM2.5 yang masih tinggi menjadi dua indikator yang perlu diperhatikan warga hingga kondisi atmosfer dan kualitas udara membaik.





