Pekanbaru (Outsiers) – Kualitas udara Kota Pekanbaru kembali memburuk pada Selasa, 15 September 2026. Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 masih berada pada level tinggi, sementara kondisi atmosfer diprakirakan didominasi udara kabur hingga Rabu pagi.
Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 143,8 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 15.00 WIB. BMKG memasukkan kondisi tersebut dalam kategori tidak sehat.
Cek Kondisi PM2.5 secara berkala pada link berikut: | AQICN | IQAir | BMKG |
Angka tersebut menunjukkan paparan partikulat halus masih menjadi persoalan utama kualitas udara Pekanbaru. PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan.
Pemantauan IQAir pada Selasa juga menunjukkan kondisi serupa. Pada pagi hari, konsentrasi PM2.5 Pekanbaru sempat mencapai 131,9 µg/m³ dengan indeks kualitas udara atau AQI sebesar 207, yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Kondisi udara tersebut berlangsung bersamaan dengan fenomena udara kabur. BMKG memprakirakan Pekanbaru masih mengalami udara kabur pada malam ini dan berlanjut hingga Rabu pagi.
Kondisi ini perlu diperhatikan karena udara kabur dapat berkaitan dengan keberadaan partikel dan asap di atmosfer. BMKG juga mengingatkan masyarakat di Riau untuk mewaspadai asap yang berpotensi mengganggu kualitas udara dan jarak pandang.
Meski kondisi sore ini masih buruk, perkembangan kualitas udara pada malam hingga pagi menunjukkan kemungkinan perbaikan dan berpotensi membaik pada dini hari
Prakiraan IQAir menunjukkan indeks kualitas udara Pekanbaru berpotensi turun secara bertahap sepanjang malam. Penurunan tersebut diperkirakan berlanjut hingga dini hari dan pagi Rabu.
Namun, perbaikan indeks tersebut masih berupa prakiraan, sehingga kondisi aktual dapat berubah bergantung pada pergerakan angin, sumber emisi dan kondisi atmosfer.
Prakiraan cuaca BMKG juga menunjukkan suhu Pekanbaru akan menurun pada malam hingga dini hari sebelum kembali meningkat setelah matahari terbit.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat tetap perlu memperhatikan kualitas udara aktual, terutama pada malam hingga dini hari ketika kondisi udara kabur masih berpotensi terjadi.
Warga diminta membatasi aktivitas luar ruangan
Dengan konsentrasi PM2.5 yang masih tinggi, aktivitas fisik berat di luar ruangan sebaiknya dikurangi, terutama bagi kelompok sensitif.
Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker yang mampu menyaring partikulat halus serta memantau perkembangan kualitas udara secara berkala.
Jika kondisi udara kembali memburuk, terutama ketika asap semakin terlihat atau jarak pandang menurun, aktivitas di luar ruangan sebaiknya segera dibatasi.
Dengan demikian, Selasa malam menjadi periode yang masih perlu diwaspadai, sementara peluang perbaikan kualitas udara lebih besar terlihat pada dini hari hingga Rabu pagi. Meski demikian, udara kabur yang masih diprakirakan terjadi membuat kondisi kualitas udara tetap perlu dipantau hingga pagi.





