Pasukan Khusus TNI AL dan Marinir Korea Selatan Adu Taktik CQB di Sentul

Bogor (Outsiders) –  Prajurit Detasemen Intai Para Amfibi 1 Marinir (Denipam 1 Mar) TNI Angkatan Laut bersama pasukan khusus Republic of Korea Marine Corps (ROKMC) 3rd Special Recon Battalion mengasah kemampuan pertempuran jarak dekat atau Close Quarter Battle (CQB) di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Sabtu pekan lalu (22/8/2026).

Latihan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Latihan Bersama (Latma) ROK-INDO MARINEX 2026. Kedua pasukan khusus menguji kemampuan taktis dalam menghadapi situasi pertempuran di ruang terbatas yang menuntut kecepatan, ketepatan, koordinasi, dan disiplin tinggi.

Bacaan Lainnya

Dalam latihan CQB, prajurit memperkuat kemampuan pergerakan tim sekaligus meningkatkan koordinasi dan komunikasi taktis. Materi tersebut juga mengasah kecepatan pengambilan keputusan ketika menghadapi situasi yang berubah cepat di medan operasi.

Dandenipam 1 Mar Letkol Marinir Aris Moko menekankan pentingnya kesungguhan dan profesionalisme seluruh prajurit selama mengikuti latihan.

“Utamakan koordinasi, komunikasi, serta keselamatan personel agar kemampuan taktis yang diperoleh dari latihan ini dapat diterapkan secara optimal di medan operasi,” tegas Aris.

Latihan bersama ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan tempur. Pertemuan prajurit TNI AL dan ROKMC juga menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, menyamakan prosedur taktis, serta membangun pemahaman terhadap karakteristik operasi masing-masing pasukan.

Kerja sama tersebut dinilai penting di tengah dinamika ancaman keamanan global yang semakin kompleks. Kemampuan pasukan untuk beroperasi secara terkoordinasi dengan mitra militer negara lain menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan operasional.

Latma ROK-INDO MARINEX 2026 sekaligus memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan di bidang pertahanan, khususnya kerja sama kemaritiman dan kemampuan pasukan khusus.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto. TNI Angkatan Laut terus mendorong kerja sama pertahanan dengan negara mitra sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan maritim yang saling menguntungkan.

Melalui latihan bersama tersebut, prajurit kedua negara tidak hanya menguji kemampuan di medan latihan, tetapi juga membangun interoperabilitas yang diharapkan dapat menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di kawasan.

Pos terkait