Kapal Perang TNI AL Perketat Perbatasan RI-Malaysia, Radar Siaga Pantau Pergerakan Mencurigakan

Pekanbaru (Outsiders) – Dua kapal perang TNI Angkatan Laut memperkuat pengamanan wilayah perbatasan laut Indonesia-Malaysia. KRI Ajak-653 dan KRI Nala-363 melakukan patroli sekaligus latihan tempur untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan di wilayah perbatasan, Jumat kemarin (14/8/2026).

Kedua KRI tersebut merupakan unsur Bawah Kendali Operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada II yang ditugaskan dalam Operasi Pengamanan Perbatasan (Ops Pamtas) Wilayah Laut dan Udara RI-Malaysia.

Bacaan Lainnya

Dalam patroli, kedua kapal tidak hanya memantau aktivitas di sekitar perairan perbatasan, tetapi juga menguji kemampuan koordinasi antarunsur TNI AL. Latihan dilakukan melalui komunikasi taktis dengan kapal perang lain, manuver formasi, hingga penggunaan semaphore untuk memperkuat komunikasi visual antarkapal.

Prajurit juga mengoperasikan radar dan melakukan pemantauan permukaan laut. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap keberadaan atau pergerakan kontak yang dinilai mencurigakan di sekitar wilayah operasi.

Aktivitas patroli dan latihan itu menunjukkan bahwa pengamanan perbatasan tidak hanya mengandalkan keberadaan kapal perang, tetapi juga menuntut kesiapan personel, kemampuan membaca situasi, serta koordinasi cepat antarunsur di laut.

Sebagai unsur Satuan Tugas Laut, KRI Ajak-653 dan KRI Nala-363 terus menjaga kesiapan alutsista dan profesionalisme prajurit selama menjalankan operasi. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari implementasi perintah Pangkoarmada II Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., melalui semangat Integrity in Professionalism.

TNI AL menilai penguatan interoperabilitas antarunsur menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan. Patroli dan latihan secara berkala diharapkan mampu memperkuat kemampuan respons apabila muncul ancaman terhadap keamanan serta kedaulatan wilayah Indonesia.

Kehadiran unsur TNI AL di perairan perbatasan sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk menjaga wilayah yurisdiksi nasional dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan perbatasan.

Pos terkait