Siak (Outsiders) – Misteri kematian dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang ditemukan meninggal dunia di semak belukar dekat RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau, masih terus diselidiki kepolisian. Penyidik terus memeriksa sejumlah saksi dan mendalami aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan, pemeriksaan saksi masih terus dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Hingga hari ini pemeriksaan saksi masih terus berjalan,” kata Raja Kosmos, Kamis (16/7/2026).
Korban diketahui bernama Alex Cristo Lotis (30), dokter residen anestesi yang sedang menjalani pendidikan di RSUD Tengku Rafian Siak. Ia ditemukan meninggal dunia di semak belukar di Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, tidak jauh dari rumah sakit tempatnya bertugas.
Dalam penyelidikan, Satreskrim Polres Siak telah memeriksa sejumlah saksi yang terdiri atas petugas keamanan rumah sakit, sopir ambulans, pegawai rumah sakit yang pertama kali mengetahui keberadaan korban, dua rekan sejawat korban, hingga dokter pembimbing yang mendampingi korban selama menjalani pendidikan spesialis.
Selain memeriksa para saksi, penyidik juga menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di lingkungan RSUD Tengku Rafian. Dari hasil pemeriksaan sementara, korban terakhir kali terlihat berjalan keluar dari area rumah sakit seorang diri pada Senin (13/7/2026). Rekaman tersebut menjadi salah satu petunjuk yang kini didalami untuk merekonstruksi aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan membawa jenazah korban ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani autopsi. Hasil pemeriksaan forensik tersebut masih ditunggu sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Hingga kini, penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian korban. Polisi menegaskan seluruh kemungkinan masih terbuka dan akan menyimpulkan perkara setelah seluruh rangkaian pemeriksaan, termasuk hasil autopsi dan pemeriksaan saksi, selesai dilakukan.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian dokter PPDS tersebut dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang akan disampaikan setelah proses penyidikan rampung.





