Galo-galo, primadona baru Bukit Tigapuluh

Pada dasarnya masyarakat ingin sekali membesarkan produksi. Dari sudut pandang ketua kelompok, kendala yang dirasakan adalah beberapa koloni lebah banyak kabur karena kurangnya perawatan dan kurang pakan.

Bacaan Lainnya

Untuk pakan dari bunga-bunga cukup unik namanya, air mata pengantin (antigonon) dana ada juga bunga yang dikenal dengan bau sangat menyengat, bunga tahi ayam, nama latinnya Lantana  camara. Galo-galo yang berukuran kecil hanya mampu terbang untuk mencari pakan sejauh dua kilometer.

Untuk memenuhi pakan tersebut beberapa program yang melibatkan masyarakat dan anak-anak sekolah terus digalakkan. “Dalam menyiasati kekurangan pakan kelulut, khususnya bunga-bungaan penghasil nektar, maka perlu kolaborasi dengan anak-anak sekolah, terdapat kelas jauh SDN 004 Rantau Langsat yaitu di Dusun Bengayauan, Nunusan dan Datai, sedangkan di Dusun Sadan terdapat sanggar belajar,” papar Nur Hajjah.


Penyuluh Kehutanan Balai TNBT, Nur Hajjah, S.Hut

Sementara untuk kolaborasi, pihak sekolah memberikan anak didik tugas menanam bunga dan kemudian diletakkan di sekitar koloni, tugas ini menambah nilai sekolah anak-anak. Sedangkan kelompok setiap bulan sekali mengajak anak-anak sekolah untuk panen madu bersama dan minum madu kelulut.

“Kegiatan ini didokumentasikan sebagai bukti kelompok peduli kesehatan anak sekolah. Anak-anak pun jadi ikut merawat koloni dan tidak mengganggunya. Faktor pakan lebah ini sangat berpengaruh, tentunya disertai perawatan yang intens dari gangguan predator seperti semut, rayap, laba-laba, cecak dan lalat. Faktor intensitas perawatan koloni mempengaruhi koloni bebas dari gangguan hama,” jelasnya.

Pos terkait