Bangkok (Outsiders) – Pemerintah Thailand menunda pembebasan 18 tentara Kamboja yang sebelumnya direncanakan dilakukan pada akhir Desember 2025. Penundaan dilakukan setelah otoritas keamanan Thailand melaporkan dugaan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata di wilayah perbatasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand Nikorndej Balankura mengatakan penundaan tersebut terkait laporan masuknya drone dari wilayah Kamboja ke wilayah kedaulatan Thailand. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi melanggar ketentuan larangan provokasi yang tercantum dalam pernyataan bersama kedua negara.
Menurut Nikorndej, Thailand tetap berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata dan terus berkoordinasi dengan pihak Kamboja melalui jalur diplomatik dan pertahanan. Ia menyebut pemerintah Kamboja telah mengumumkan larangan penerbangan drone di wilayah perbatasan.
Thailand masih mengevaluasi waktu yang tepat untuk pembebasan para tentara tersebut sambil memantau perkembangan situasi keamanan di perbatasan.






