Pascagempa M 7,8, Filipina Tingkatkan Status Siaga dan Tutup Aktivitas Maritim

ilustrasi (Chatgpt)

Manila (Outsiders) – Otoritas Penjaga Pantai Filipina atau Philippine Coast Guard menghentikan sementara seluruh aktivitas pelayaran di sejumlah wilayah pesisir tenggara Mindanao setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang kawasan tersebut pada Senin (8/6/2026).

Dialaporkan Philippine News Agency, juru bicara Penjaga Pantai Filipina, Noemie Cayabyab, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan pemberitahuan kepada seluruh pelaut yang berisi penghentian sementara operasional kapal dan berbagai jenis sarana transportasi air di wilayah Sarangani dan Davao Occidental, khususnya di Balangonan, Jose Abad Santos, serta General Santos City.

Selain membatasi aktivitas pelayaran, pihak berwenang juga mengimbau nelayan dan warga yang tinggal di kawasan pesisir untuk sementara waktu tidak melaut maupun melakukan aktivitas di perairan hingga kondisi dinyatakan aman.

Menurut Cayabyab, seluruh unit operasional Penjaga Pantai Filipina di wilayah terdampak kini berada dalam status siaga tinggi dan terus berkoordinasi dengan Office of Civil Defense serta pemerintah daerah untuk menangani dampak gempa.

Sistem Komando Insiden juga telah diaktifkan guna mempercepat respons darurat. Berbagai sumber daya, termasuk tim tanggap darurat, tenaga medis, perawat, serta unit anjing pelacak dan penyelamat (K9), telah disiagakan untuk mendukung operasi kemanusiaan apabila diperlukan.

Meski demikian, hingga saat ini pihak Penjaga Pantai Filipina belum menerima laporan mengenai tsunami maupun pergerakan laut yang signifikan akibat gempa tersebut.

Petugas juga terus melakukan penilaian kerusakan bersama sejumlah instansi terkait, terutama di kawasan pelabuhan dan infrastruktur maritim lainnya.

Pada Senin pagi sekitar pukul 07.30 waktu setempat, Distrik Penjaga Pantai Mindanao Tenggara mengerahkan tim tanggap darurat ke Santa Cruz National High School di Santa Cruz, Davao del Sur, setelah sejumlah siswa dilaporkan mengalami luka ringan dan pingsan akibat gempa.

Sebelumnya, Philippine Institute of Volcanology and Seismology mengingatkan masyarakat di wilayah terdampak agar mewaspadai gempa susulan, segera menuju lokasi yang lebih aman, serta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan akibat guncangan utama.

Pos terkait