Bangkok (Outsiders) – Seorang wanita berusia 50 tahun yang menjadi buronan kasus percobaan pembunuhan terhadap suaminya selama 19 tahun akhirnya ditangkap polisi di Bangkok, Thailand. Tersangka diduga membantu kekasihnya menggorok leher sang suami sebelum melarikan diri pada 2007.
Perempuan yang diidentifikasi sebagai Prapaipat ditangkap petugas Divisi Penindakan Kejahatan (Crime Suppression Division/CSD) di depan sebuah perusahaan di kawasan Rong Muang, Distrik Pathumwan, Bangkok, pada Rabu.
Dilaporkan Bangkok Post, menurut Biro Investigasi Pusat (Central Investigation Bureau/CIB), Prapaipat merupakan buronan berdasarkan surat perintah penangkapan yang diterbitkan Pengadilan Provinsi Trang pada 13 September 2007 atas tuduhan percobaan pembunuhan.
Kasus tersebut bermula ketika korban, Kaset, mengetahui istrinya menjalin hubungan asmara dengan pria lain bernama Charoen. Perselingkuhan itu memicu pertengkaran antara keduanya.
Dengan dalih menyelesaikan persoalan, Prapaipat dan Charoen mengajak korban bertemu di sebuah warung makan. Namun, saat perjalanan pulang, Charoen diduga menendang sepeda motor korban hingga terjatuh, kemudian menikam dan menggorok lehernya menggunakan pisau. Polisi menyebut Prapaipat turut membantu menahan tubuh korban selama penyerangan berlangsung.
Mengira korban telah meninggal dunia, kedua pelaku melarikan diri. Namun, korban ternyata masih hidup dan ditemukan oleh petugas Kepolisian Nong Trut sebelum dilarikan ke rumah sakit. Kesaksian korban kemudian menjadi bukti penting yang mengantarkan penyidik menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap kedua tersangka.
Charoen ditangkap tidak lama setelah kejadian, diadili, dan dijatuhi hukuman penjara. Sementara itu, Prapaipat berhasil menghindari penangkapan selama lebih dari 19 tahun dengan berpindah-pindah tempat tinggal dan pekerjaan di berbagai provinsi.
Penyidik akhirnya melacak keberadaan Prapaipat setelah memperoleh informasi bahwa ia bekerja di sebuah perusahaan transportasi di Bangkok dan tinggal di dalam truk roda 10 yang dikemudikan suaminya saat ini.
Saat diperiksa, Prapaipat membantah terlibat dalam aksi penyerangan. Ia mengaku hanya berada di lokasi kejadian dan tidak ikut melakukan percobaan pembunuhan.
Usai ditangkap, Prapaipat diserahkan kepada penyidik Kepolisian Nong Trut di Provinsi Trang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.





