Kebakaran Pub di Bangkok Tewaskan 30 Orang, Polisi Dalami Dugaan Kelalaian

Cover Berita

Bangkok (Outsiders) – Kepolisian Thailand mulai menyelidiki penyebab kebakaran hebat yang melanda Rong Beer Na Ladprao, sebuah pub di kawasan utara Bangkok. Penyelidikan dilakukan setelah insiden tersebut menewaskan sedikitnya 30 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Dilaporkan Bangkok Post, Tim penyidik bersama petugas forensik memasuki lokasi kebakaran pada Selasa (14/7/2026) untuk mengumpulkan barang bukti. Polisi memeriksa kondisi bangunan, sistem kelistrikan, jalur evakuasi, hingga kepatuhan pengelola terhadap aturan keselamatan kebakaran.

Hasil pemeriksaan awal menemukan sejumlah dugaan pelanggaran keselamatan. Beberapa pintu darurat dilaporkan terhalang meja dan peti minuman, sementara material dekorasi di dalam bangunan diduga mudah terbakar sehingga api dan asap menyebar dengan cepat.

Penyelidik juga menduga kebakaran dipicu korsleting listrik pada pendingin udara yang terpasang di langit-langit bangunan. Dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Berdasarkan keterangan saksi, api muncul disertai ledakan kecil sebelum asap pekat memenuhi ruangan. Banyak pengunjung berusaha menyelamatkan diri melalui pintu belakang, namun sebagian terjebak di area toilet tanpa jendela yang berada di dekat jalur keluar. Sebagian besar korban meninggal akibat menghirup asap beracun, bukan karena luka bakar langsung.

Hingga kini, polisi telah memeriksa sedikitnya 34 saksi, termasuk pengelola pub, karyawan, penyintas, dan petugas yang pertama kali tiba di lokasi. Aparat juga tengah mempertimbangkan kemungkinan penerapan sanksi pidana apabila ditemukan unsur kelalaian dalam pengelolaan bangunan maupun sistem keselamatan.

Tragedi tersebut menjadi kebakaran paling mematikan di Bangkok dalam 17 tahun terakhir dan kembali memicu sorotan terhadap penerapan standar keselamatan di tempat hiburan malam di Thailand. Pemerintah Bangkok menyatakan akan memperketat inspeksi terhadap pub, bar, dan tempat hiburan lainnya guna mencegah kejadian serupa.

Pos terkait