Kuala Lumpur (Outsiders) – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh aparatur sipil negara yang dinilainya berperan besar dalam mendorong kemajuan negara dan meningkatkan posisi Malaysia di tingkat global.
Pernyataan itu disampaikan Anwar saat menghadiri sesi ramah tamah bersama pegawai negeri sipil Zona Selatan yang berlangsung di Alor Gajah, Melaka, Rabu. Kegiatan tersebut dihadiri aparatur sipil dari Melaka, Negeri Sembilan, dan Johor.
Menurut Anwar, berbagai capaian Malaysia di panggung internasional tidak terlepas dari kompetensi dan komitmen para pegawai negeri dalam memastikan setiap kebijakan pemerintah dapat dilaksanakan secara efektif.
Ia mencontohkan keberhasilan Malaysia yang naik 11 peringkat dan menempati posisi ke-15 sebagai ekonomi paling kompetitif di dunia dalam World Competitiveness Ranking 2026.
“Keberhasilan ini bukan hasil kerja satu atau dua individu, melainkan hasil kerja seluruh tim aparatur sipil yang melayani masyarakat di seluruh negeri,” kata Anwar.
Seperti dilansir dii laman facebook-nya, Anwar juga menyoroti meningkatnya kepercayaan dunia terhadap Malaysia yang ia saksikan secara langsung dalam rangkaian kunjungannya ke Jepang, Rusia, dan Turkmenistan. Menurutnya, sejumlah kemitraan strategis di sektor energi, investasi, dan perdagangan berhasil diwujudkan berkat stabilitas politik, kejelasan kebijakan, serta kemampuan mesin birokrasi dalam mengeksekusi keputusan pemerintah secara efisien.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian yang telah diraih. Dunia, kata dia, tengah mengalami perubahan cepat akibat perkembangan kecerdasan buatan, ekonomi digital, teknologi baru, serta tantangan geopolitik yang semakin kompleks.
Karena itu, Anwar meminta seluruh jajaran pelayanan publik memiliki kesiapan untuk berubah, beradaptasi dengan tuntutan baru, dan terus meningkatkan kapasitas serta kompetensi.
Ia juga menegaskan pentingnya menerapkan semangat itqan fil amal atau berupaya mencapai keunggulan dalam setiap pekerjaan yang diamanahkan.
“Kita tidak boleh membiarkan budaya lamban, birokrasi yang memperlambat proses, atau sikap menolak perubahan menghambat upaya reformasi yang sedang dijalankan,” ujarnya.
Anwar optimistis Malaysia dapat mencapai tingkat kemajuan yang lebih tinggi pada masa mendatang apabila aparatur sipil terus menjunjung idealisme, nilai-nilai moral, serta semangat pengabdian kepada negara dan masyarakat.
Dengan komitmen tersebut, menurutnya, Malaysia akan mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan demi kesejahteraan generasi mendatang.





