Pekanbaru (Outsiders) – Mandeknya revitalisasi Pasar Bawah membuat Pemerintah Kota Pekanbaru kehilangan kesabaran. Wali Kota Agung Nugroho membuka peluang memutus kontrak kerja sama dengan pengelola apabila proyek yang seharusnya selesai pada 2025 itu tak kunjung menunjukkan percepatan.
Agung mengatakan pemerintah kota telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat penyelesaian revitalisasi gedung Pasar Bawah yang dikerjakan PT Ali Akbar Sejahtera. Menurutnya, meski kerja sama tersebut ditandatangani pada 2023 di masa pemerintahan sebelumnya, Pemko tetap bertanggung jawab menyelesaikan persoalan yang dihadapi para pedagang.
“Walaupun kontrak ini dilakukan pada tahun 2023, tapi kami sebagai pemerintah yang saat ini menjabat, kami meminta maaf kepada seluruh pedagang belum bisa maksimal,” kata Agung, Senin (03/08/2026).
Ia mengaku kecewa dengan lambatnya progres pembangunan. Berdasarkan kontrak kerja sama, revitalisasi Pasar Bawah seharusnya telah selesai pada 2025. Namun hingga kini, progres pekerjaan baru mencapai sekitar 60 persen.
Akibat keterlambatan tersebut, ratusan pedagang belum dapat kembali menempati bangunan Pasar Bawah. Mereka masih berjualan di lokasi penampungan sementara di kawasan eks Pelabuhan Pelindo.
Menurut Agung, para pedagang juga menyampaikan keluhan karena aktivitas perdagangan di lokasi sementara sepi pembeli. Kondisi itu membuat penyelesaian revitalisasi menjadi kebutuhan yang mendesak.
Untuk mencari solusi, Pemko Pekanbaru akan memanggil pihak pengelola, kontraktor, dan perwakilan pedagang pada awal pekan depan guna mengevaluasi kelanjutan proyek.
Agung menegaskan pemerintah kota tidak akan tinggal diam apabila pengelola tidak segera mempercepat pekerjaan. Salah satu opsi yang disiapkan ialah memutus kerja sama dan mengambil alih pengelolaan proyek revitalisasi.
“Pemko tidak tinggal diam. Bukan pemerintah cuek, surat peringatan pertama dan kedua sudah kami kirimkan ke pengelola. Pemko sudah mempersiapkan langkah-langkah ketika kerja sama ini putus kontrak,” tegasnya.





