Gempa 7,8 Magnitudo Tak Rusak Kantor Pemilu Filipina, Persiapan Pemilu Tetap Berjalan

Ketua Comelec George Erwin Garcia menyatakan seluruh fasilitas dan dokumen pemilu tetap aman meski sejumlah wilayah terdampak gempa kuat berkekuatan 7,8 magnitudo. Tidak ada petugas yang dilaporkan terluka akibat bencana tersebut. (Foto: PNA)

Manila (Outsiders) – Gempa bumi berkekuatan  7,8 magnitudo yang mengguncang Filipina awal pekan ini tidak mengganggu persiapan Pemilu Parlemen Bangsamoro (BPE) yang dijadwalkan berlangsung pada 14 September 2026.

Dilaporkan Philipines News Agency,  Komisi Pemilihan Umum Filipina (Comelec) memastikan seluruh tahapan persiapan pemilu tetap berjalan sesuai rencana. Ketua Comelec George Erwin Garcia mengatakan tidak ada kerusakan signifikan pada kantor-kantor pemilu di wilayah terdampak gempa dan seluruh dokumen penting tetap aman.

“Setelah gempa, kami langsung berkoordinasi dengan petugas di lapangan untuk memastikan kondisi mereka, kantor, dan peralatan yang digunakan. Sejauh ini tidak ada personel yang terluka dan tidak ada kerusakan pada kantor selain beberapa lemari yang terbalik. Tidak ada dokumen yang hilang, semuanya tetap utuh,” kata Garcia, Rabu (10/6/2026).

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan pemilu, Comelec telah meminta petugas daerah melakukan pemeriksaan terhadap sekolah-sekolah yang akan digunakan sebagai tempat pemungutan suara dalam Pemilu Parlemen Bangsamoro maupun Pemilihan Barangay dan Sangguniang Kabataan (BSKE).

Meski sejumlah wilayah terdampak gempa, Garcia menegaskan belum ada rencana memindahkan lokasi pemungutan suara. Menurutnya, pemindahan lokasi justru berpotensi menyulitkan pemilih dalam menggunakan hak pilih mereka.

Sebagai langkah antisipasi, Comelec akan menyiapkan tempat pemungutan suara sementara apabila ditemukan sekolah yang tidak layak digunakan akibat dampak gempa.

“Kami tidak berniat memindahkan lokasi pemungutan suara karena dapat menyulitkan pemilih. Jika ada sekolah yang terdampak, kami dapat membangun pusat pemungutan suara sementara agar masyarakat tetap dapat menggunakan hak pilihnya,” ujarnya.

Di tengah proses pemulihan pascagempa, Comelec juga mengumumkan bahwa seluruh kandidat yang akan bertarung dalam Pemilu Parlemen Bangsamoro telah resmi disetujui oleh pleno lembaga tersebut.

Persetujuan itu menjadi tahapan penting karena memungkinkan Departemen Teknologi Informasi Comelec mulai menyusun dan menyelesaikan desain surat suara untuk setiap daerah pemilihan.

Tercatat sebanyak 13 Partai Politik Parlementer Regional, 30 calon dari Organisasi Sektoral Parlementer, serta 107 kandidat perwakilan distrik akan mengikuti pemilu tersebut.

Dengan kondisi infrastruktur pemilu yang tetap aman dan tahapan administrasi yang terus berjalan, Comelec optimistis Pemilu Parlemen Bangsamoro pada 14 September 2026 dapat terlaksana sesuai jadwal meskipun Filipina baru saja dilanda gempa kuat.

Pos terkait