Korban Banjir di Sarawak Bertambah Jadi 319 Orang, Sabah Masih 633 Jiwa

Salasah satu lokasi pemukiman warga di Serawak Malaysia yang terendam banjir

Putra Jaya (Outsiders) – Jumlah korban banjir di Sarawak meningkat menjadi 319 orang dari 93 keluarga hingga pukul 08.00 pagi ini. Sementara itu, jumlah korban banjir di Sabah dilaporkan tidak berubah. Secara keseluruhan, sebanyak 952 orang masih ditempatkan di pusat pemindahan sementara di kedua negara bagian tersebut.

Di Sarawak, sebelumnya tercatat 105 orang dari 37 keluarga berada di pusat pemindahan pada pukul 16.00 waktu setempat kemarin. Jumlah tersebut meningkat setelah tujuh pusat pemindahan sementara baru dibuka pada malam harinya.

Sekretariat Jawatankuasa Pengurusan Bencana Negeri Malaysia menyebutkan, pusat pemindahan yang baru dibuka meliputi Balai Raya Kampung Bijuray Mongag di Krokong, Bau, Balai Komuniti Kampung Betong Kanowit, Dewan Taman Duranda Emas, Dewan St Peter Simpok, Balai Raya Kampung Lintang Baru, SK Tanah Merah di Siburan, serta SK Endap di Samarahan.

Selain itu, pusat pemindahan sementara di SMK Bekenu, Subis, Miri, masih beroperasi hingga saat ini.

Di Sabah, korban banjir di Distrik Beaufort tetap berjumlah 633 orang dari 215 keluarga. Mereka ditampung di pusat pemindahan tetap Dewan Selagon, Dewan Residensi PR1MA Woodford Estate, dan Dewan Sri Dayang Shahbandar Padas Damit.

Sekretariat Jawatankuasa Pengurusan Bencana Negeri menyatakan banjir telah berdampak pada penduduk di 12 desa di distrik tersebut selama sepekan terakhir, di antaranya Kampung Suasa, Kampung Bangkalalak, Kampung Mentulud, Kampung Naparan, dan Kampung Bukau.

Sementara itu, Jabatan Meteorologi Malaysia mengeluarkan peringatan hujan lebat berterusan mulai pukul 06.30 pagi ini hingga besok di Sarawak. Wilayah yang terdampak meliputi Kuching, Bau, Serian, Samarahan, Sri Aman, serta Betong.

Peringatan hujan berterusan juga diberlakukan untuk wilayah lain, yakni Lundu, Lubok Antu, Saratok, Kabong, Sarikei, Sibu, Mukah, Bintulu, serta Subis di Miri.

Masyarakat diminta untuk memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi Jabatan Meteorologi Malaysia, aplikasi myCuaca, maupun layanan hotline yang telah disediakan.

Assyifa School

Pos terkait