Sedia payung sebelum hujan, hingga siapkan Kakao jadi unggulan desa
Gerakan masyarakat Desa Pelambaian untuk menanam Kakao tak pelak dari wacana yang dilemparkan oleh Kepala Desa Pelambaian, Supriyono. Respon dari masyarakat sangat tinggi, guna mengantisipasi masa pra dan paska peremajaan sawit. Terbukti dalam dua tahun, sebagian masyakarat Desa Pelambaian sudah menuai panen dan berpenghasilan tambahan sebanyak Rp. 750.000,- hingga Rp. 1.000.000,- perbulan.
“Saya optimis, Kakao bukan hanya menjadi primadona Desa Pelambaian, namun bisa jadi ikon Riau di masa datang. Secara hitungan, satu hektare kebun Kakao sama dengan hasil enam hektare sawit. Saat ini, dengan usia 20 bulan saja, Kakao sudah menandingi harga 3: 1. Ini baru panen awal dengan tinggi pohon Kakao 1,5 meter,” ungkap Supriyono.

Usaha dan upaya masyarakat Desa Pelambaian, khususnya melalaui Koperasi Prima Jaya Tapung yang memiliki 5 divisi, salah satunya melalui bidang pembibitan varietas unggul akan memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan perekonomian masyarakat desa.






