Kuching (Outsiders) – Otoritas penanggulangan bencana Malaysia meningkatkan kesiapsiagaan dengan membuka dan mengoperasikan sejumlah pusat evakuasi sementara di beberapa negara bagian seiring berlanjutnya banjir akibat hujan terus-menerus.
Di Sarawak, Sekretariat Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak memindahkan warga terdampak banjir dari dua kawasan utama, yakni Taman Desa Wira dan Kampung Sinar Budi Baru, ke dua pusat evakuasi sementara. Warga ditempatkan di Balai Komunitas Stapok dan Balai R-Piang Kampung Sinar Budi Baru.
Departemen Meteorologi Malaysia sebelumnya mengeluarkan peringatan hujan berkelanjutan pada tingkat waspada untuk sejumlah wilayah di Sarawak, termasuk Kuching, Serian, Samarahan, Sri Aman, dan Betong.
Langkah serupa juga dilakukan di Johor. Di wilayah Segamat, dua pusat evakuasi sementara baru dibuka untuk menampung warga yang rumahnya terendam banjir. Penambahan fasilitas ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penduduk serta kelancaran distribusi bantuan.
Sementara itu, di Melaka, warga terdampak banjir masih ditempatkan di pusat evakuasi sementara Sekolah Kebangsaan Parit Penghulu, dengan kondisi banjir dilaporkan relatif stabil. Di Pahang, tepatnya di Rompin, otoritas menyatakan seluruh warga yang sebelumnya mengungsi telah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut sepenuhnya.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada dan mematuhi arahan petugas, mengingat potensi hujan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.






