Pekanbaru (Outsiders) — Kualitas udara di Kota Pekanbaru berada pada kategori Sangat Tidak Sehat pada Kamis (8/10/2026) siang. Data pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 mencapai 208,1 µg/m³ pada pukul 12.00 WIB.
BMKG mencatat konsentrasi tersebut masuk kategori Sangat Tidak Sehat dalam pemantauan kualitas udara Pekanbaru. PM2.5 merupakan partikel udara berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang diukur dalam satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Cek Kondisi PM2.5 secara berkala pada link berikut: | AQICN | IQAir | BMKG |
Data IQAir pada pukul 13.00 waktu setempat juga menunjukkan kondisi yang sama. IQAir mencatat indeks kualitas udara (AQI) US sebesar 283, dengan PM2.5 sebagai polutan utama pada konsentrasi 208,1 µg/m³. Status kualitas udara ditampilkan sebagai Sangat Tidak Sehat.
Perbedaan angka indeks antara platform tidak berarti kondisi udara berbeda, karena masing-masing layanan menggunakan sistem indeks kualitas udara. Dalam pemantauan IQAir, data tersebut berasal dari stasiun BMKG di Pekanbaru.
Data tersebut menunjukkan kualitas udara Pekanbaru pada Kamis siang masih berada pada tingkat yang perlu mendapat perhatian. Kondisi dapat berubah mengikuti perkembangan konsentrasi partikulat dan faktor cuaca. Masyarakat sebaiknya melihat pembaruan terbaru data melalui situs resmi sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.





