Pekanbaru (Outsiders) – PSPS Pekanbaru akhirnya bangkit dan berhasil meraih kemenangan penting setelah menumbangkan Persiraja Banda Aceh dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-9 Liga 2 Championship 2025-2026 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Sabtu (8/11).
Kemenangan ini menjadi pelipur lara bagi Laskar Lancang Kuning setelah pekan sebelumnya kalah telak 3-7 dari Adhyaksa FC Banten. Hasil itu menjadi pelajaran berharga bagi anak asuh Aji Santoso yang bertekad keluar dari zona rawan klasemen dan memperbaiki konsistensi permainan, terutama di sektor pertahanan yang selama ini menjadi titik lemah.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, menegaskan bahwa kemenangan atas Persiraja adalah hasil dari evaluasi menyeluruh di semua lini. “Kita tidak ada pilihan lain, kita berusaha maksimal dan kita harus mendapatkan poin penuh di pertandingan menghadapi Persiraja,” ujar Aji sebelum laga.
Dalam pertandingan, PSPS tampil menekan sejak awal, namun babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Persiraja harus bermain dengan 10 pemain setelah Dimas diganjar kartu merah karena pelanggaran keras terhadap pemain PSPS.
Unggul jumlah pemain membuat PSPS semakin dominan di babak kedua. Peluang demi peluang tercipta melalui aksi Ilham Fathoni, Alfin Tuasalamony, dan Hari Nur, namun belum membuahkan hasil. Gol yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-85, saat Ilham Fathoni melepaskan tendangan mendatar yang tak mampu diantisipasi kiper Persiraja.
Kemenangan ini membawa PSPS menambah tiga poin penting dan memperbaiki posisi mereka di klasemen sementara. Saat ini PSPS berada di peringkat kedelapan dengan sembilan poin, sementara Persiraja di posisi keenam dengan sebelas poin. Tambahan tiga poin membuat PSPS berpeluang menutup putaran pertama Liga 2 di posisi keenam.
Aji Santoso mengapresiasi kerja keras para pemainnya yang tampil disiplin dan menunjukkan mental kebangkitan setelah hasil buruk sebelumnya. “Kemenangan ini penting, bukan hanya soal tiga poin tapi soal semangat dan kepercayaan diri tim. Kami masih harus terus membenahi pertahanan agar tidak mengulangi kesalahan individu seperti di laga-laga sebelumnya,” ujarnya usai pertandingan.
Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi PSPS yang bertekad menjaga tren kemenangan untuk menjauh dari ancaman zona degradasi dan bersaing di papan tengah klasemen Liga 2 Championship 2025-2026.






