Pekanbaru (Outsiders) – PSPS Pekanbaru hanya mampu membawa pulang satu poin pada laga pembuka putaran kedua Liga 2 Pegadaian setelah bermain imbang 0-0 melawan FC Bekasi City di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Kamis (13/11/2025).
Pelatih Aji Santoso menyatakan kekecewaannya karena tim gagal memaksimalkan peluang. Ia menilai pertandingan ini seharusnya menjadi momentum untuk membalas kekalahan 0-4 pada pertemuan pertama.
“Hasil ini bukan yang kami harapkan. Sejak awal saya katakan kepada pemain bahwa laga ini seperti pertandingan ulang setelah kekalahan di putaran pertama. Tetapi dalam sepak bola, selalu ada faktor yang tidak bisa dikendalikan,” ujar Aji.
Menurutnya PSPS sudah tampil cukup konsisten, tetapi penyelesaian akhir menjadi masalah. Sejumlah peluang yang mengarah ke gawang tidak dapat dikonversi menjadi gol. Situasi makin sulit setelah keputusan penalti untuk PSPS dianulir wasit setelah meninjau VAR. Pelanggaran terhadap Asir di kotak penalti juga dibatalkan meski pada awalnya wasit sudah menunjuk titik putih.
“Kami punya tiga peluang yang seharusnya jadi gol, tapi masih bisa diamankan kiper. Ada peluang Asir dan satu tembakan Reyhan yang mengenai tiang. Itu sangat disayangkan. Meski begitu saya tetap apresiasi kerja keras pemain yang mayoritas lokal. Mereka sudah tampil maksimal,” kata Aji.
Aji turut menyoroti keputusan wasit terkait penalti. Ia mengaku sempat yakin timnya mendapat peluang dari titik putih, tetapi hasil tinjauan VAR berkata lain. Menurutnya keputusan tersebut harus diterima meski menyisakan tanda tanya.
Dari jalannya pertandingan, PSPS tampil agresif sejak awal dengan mencoba mencuri gol cepat. Namun penguasaan bola pada babak pertama lebih dikuasai FC Bekasi City. Tim tamu juga beberapa kali mengancam lewat striker asing Ezechiel yang tiga kali berhadapan langsung dengan kiper PSPS Darmawan. Upaya Ezechiel gagal menemui sasaran, sementara Darmawan tampil sigap dengan serangkaian penyelamatan penting yang menjaga gawang PSPS tetap aman hingga laga berakhir tanpa gol.





