Silancur Highland, Sepotong Surga di Atas Awan

Kawasan Siluncur Highland, Gunung Sumbing, Magelang

Magelang (Outsiders) – Silancur Highland yang berada di lereng tenggara Gunung Sumbing, Magelang, menjadi salah satu tujuan wisata alam yang kian populer. Berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menghadirkan udara sejuk yang menusuk kulit, terutama pada pagi dan malam hari ketika suhu bisa turun hingga 11 derajat Celsius.

Dari pusat Kota Magelang, perjalanan ke arah Pasar Bandongan lalu berlanjut ke Desa Mangli hanya memakan waktu kurang lebih setengah jam, namun begitu sampai di lokasi, suasana yang ditawarkan seakan membawa pengunjung ke dunia yang berbeda.

Daya tarik utama Silancur Highland terletak pada panorama matahari terbit yang bisa dinikmati dari gardu pandang. Saat cuaca cerah, hamparan kabut tipis yang menyelimuti lembah berpadu dengan siluet gagah Gunung Sumbing, Merapi, Merbabu, hingga Andong dan Telomoyo, membentuk pemandangan yang dramatis.

Tidak sedikit pengunjung yang rela berangkat dini hari demi mengabadikan momen tersebut. Selain sunrise, taman bunga yang ditata rapi dan sejumlah spot foto kreatif seperti balkon kaca, rumah hobbit, serta gardu kayu, membuat lokasi ini tak pernah sepi dari para pencinta fotografi.

Bagi yang ingin menikmati suasana lebih lama, Silancur Highland menyediakan area perkemahan serta fasilitas glamping dengan berbagai pilihan. Pengunjung dapat membawa perlengkapan tenda sendiri atau menyewa di lokasi, sementara bagi yang menginginkan kenyamanan tersedia kamar glamping lengkap dengan kasur, pemanas air, dan akses WiFi. Dari dalam tenda atau balkon penginapan, suasana malam menawarkan pengalaman berbeda: langit bertabur bintang, cahaya kota Magelang yang berkelip di kejauhan, serta udara pegunungan yang menenangkan.

Harga tiket masuk kawasan wisata ini relatif terjangkau, berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per orang, dengan tambahan biaya sekitar Rp15.000 jika ingin bermalam di area camping ground. Untuk fasilitas glamping, tarifnya jauh lebih tinggi, mencapai ratusan ribu rupiah per malam, sebanding dengan kenyamanan dan panorama yang ditawarkan. Pengunjung biasanya datang pada pagi buta untuk mengejar matahari terbit, meski suasana sore hari juga menyuguhkan pemandangan senja yang tak kalah memikat.

Namun, menikmati keindahan Silancur Highland tidak hanya soal berfoto atau bermalam. Ada etika yang harus dijaga, terutama dalam menghormati lingkungan dan suasana alami. Pengunjung diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak taman bunga maupun spot foto yang ada, serta menghormati sesama wisatawan yang juga ingin merasakan ketenangan. Dengan begitu, Silancur Highland tetap terjaga sebagai ruang bersama yang indah, tempat orang bisa berhenti sejenak dari hiruk pikuk dan menemukan kedamaian di pelukan alam Magelang.

Assyifa School

Pos terkait