Pekanbaru (Outsiders) – Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Provinsi Riau selama Januari hingga November 2025 mencapai US$19,21 miliar atau tumbuh 16,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ekspor yang kuat ini membuat neraca perdagangan Riau tetap mencatatkan surplus besar, meski pada November 2025 terjadi perlambatan perdagangan.
Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi mengatakan pertumbuhan ekspor tersebut terutama ditopang sektor nonmigas yang tumbuh 21,18 persen. Nilai ekspor nonmigas tercatat sebesar US$18,16 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Secara kumulatif Januari sampai November 2025, ekspor Riau meningkat signifikan dan tetap mampu menjaga surplus neraca perdagangan. Kinerja ini terutama ditopang oleh ekspor nonmigas,” ujar Asep Riyadi, Senin 5 Januari 2026.
Menurut Asep, penguatan ekspor nonmigas mencerminkan masih kuatnya kinerja industri pengolahan dan sektor pertanian di Riau. Komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang terbesar kenaikan ekspor, diikuti produk kimia, makanan olahan, kertas dan karton, serta hasil pertanian lainnya.
Di sisi lain, nilai impor Riau selama Januari hingga November 2025 tercatat sebesar US$1,50 miliar atau turun 16,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan impor paling besar terjadi pada barang modal yang turun 59,13 persen, mencerminkan melambatnya kebutuhan investasi dari luar negeri.
Meski demikian, Asep menilai surplus neraca perdagangan yang besar memberi ruang positif bagi perekonomian daerah. Surplus ini berpotensi memperkuat stabilitas ekonomi, menjaga daya tahan sektor industri, serta menjadi modal penting dalam mendorong investasi berbasis pengolahan dan hilirisasi di Provinsi Riau.
“Ke depan, menjaga stabilitas ekspor dan mengendalikan impor menjadi kunci agar surplus neraca perdagangan Riau tetap berkelanjutan,” tutup Asep Riyadi.






