Pekanbaru (Outsiders) – Tingkat hunian Kamar hotel berbintang di Provinsi Riau pada Januari 2026 tercatat 46,86 persen. Meski turun dibanding Desember 2025, angka ini justru menunjukkan kenaikan signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan TPK menjadi indikator utama produktivitas sektor perhotelan. Pada Januari 2026, dari seluruh kamar yang tersedia di hotel berbintang, rata rata 46 hingga 47 persen terjual setiap malam.
Secara bulanan, TPK Januari turun 6,06 poin dari Desember 2025 yang mencapai 52,92 persen. Namun secara tahunan, terjadi kenaikan 6,35 poin dibanding Januari 2025 yang berada di level 40,51 persen. Kenaikan tahunan ini menjadi indikator positif pemulihan permintaan jasa akomodasi di Riau.
Berdasarkan klasifikasi hotel, hunian tertinggi tercatat pada hotel bintang 4 dengan TPK sebesar 54,89 persen. Angka ini menunjukkan segmen bintang empat masih menjadi pilihan utama tamu yang berkunjung ke Riau.
Selain TPK, indikator lain yang menunjukkan peningkatan adalah Rata rata Lama Menginap Tamu. Pada Januari 2026, RLMT tercatat 1,34 malam atau naik tipis dibanding Desember 2025 sebesar 1,33 malam.
Untuk tamu asing, lama menginap rata rata mencapai 2,62 malam atau sekitar dua hingga tiga malam. Sementara tamu domestik rata rata menginap 1,34 malam atau satu hingga dua malam.
Jika dirinci menurut klasifikasi, tamu asing paling lama menginap di hotel bintang 2 dengan rata rata 2,83 malam. Sedangkan tamu domestik terlama menginap di hotel bintang 4 dengan rata rata 1,43 malam.
Data tersebut menunjukkan meski terjadi koreksi secara bulanan, tren tahunan sektor perhotelan di Riau masih bergerak positif, ditopang peningkatan tingkat hunian dan stabilnya lama tinggal tamu.





