Jakarta (Outsiders) – Kementerian Pariwisata menegaskan pentingnya keberhasilan implementasi Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini Mohammad Paham, menyatakan keberhasilan RIPPARNAS tidak dapat dipisahkan dari peran aktif daerah. Sinkronisasi dengan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) menjadi langkah penting agar arah pembangunan pariwisata berjalan efektif dan sesuai karakter wilayah.
“RIPPARNAS menjadi kompas besar pembangunan pariwisata nasional hingga 2045. Pelaksanaannya bergantung pada keterlibatan daerah dalam menyelaraskan potensi dan kebijakan lokal,” ujar Martini dalam Forum Group Discussion (FGD) bertema “Sinkronisasi Kebijakan RIPPARNAS dan RIPPARDA” di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Ia menambahkan Jakarta menjadi contoh penerapan pariwisata regeneratif yang sejalan dengan arah RIPPARNAS. Melalui RPJMN 2025–2029, Jakarta ditetapkan sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang diharapkan memberi dampak positif bagi ekonomi, lingkungan, dan masyarakat.
Forum tersebut juga menghadirkan perwakilan dari Kementerian PPN/Bappenas, Dinas Pariwisata DKI Jakarta, dan PHRI DKI Jakarta untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penerapan kebijakan pariwisata nasional di daerah.
Kegiatan ini diikuti 60 peserta dan menjadi bagian akhir dari rangkaian diseminasi strategis Kemenpar tahun 2025 di delapan provinsi.





