Disnakertrans Riau juga memastikan proses perekrutan akan diawasi hingga selesai. Setiap perusahaan diharapkan mengumumkan hasil seleksi secara terbuka dan pemerintah akan ikut membantu menyampaikan informasi kepada pelamar. Transparansi dianggap penting agar masyarakat percaya bahwa proses rekrutmen berjalan profesional dan dapat diakses semua pencari kerja.
Pekanbaru (Outsiders) – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Riau kembali meningkat pada 2025. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kenaikan dari 3,85 persen pada Agustus 2024 menjadi 4,16 persen per Agustus 2025. Pada Februari 2025, TPT tercatat 4,12 persen, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Secara total, jumlah pengangguran di Riau diperkirakan mencapai lebih dari 188 ribu jiwa.
Kenaikan angka tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Riau. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempercepat pelaksanaan Riau Job Fair 2025 yang dinilai mampu menjadi jembatan antara pencari kerja dan perusahaan. Bursa kerja itu akan digelar pada 2 hingga 4 Desember di Gor Tribuana, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Riau, Roni Rakhmat, menegaskan bahwa penyelenggaraan job fair bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia meminta masyarakat untuk tetap optimis dan tidak terpengaruh komentar negatif yang berkembang di media sosial.
“Pesan kami kita harus tetap optimis, jangan terbawa arus dengan banyak komentar di media sosial bahwa ini formalitas. Berpikirlah positif, silahkan mendaftar,” ujarnya di Pekanbaru, Jumat 28 November 2025.
Riau Job Fair 2025 dipastikan menjadi salah satu yang terbesar. Sebanyak 61 perusahaan telah mengonfirmasi keikutsertaan, menawarkan total 2.437 lowongan kerja dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, industri, kesehatan, teknologi, hingga jasa profesional. Daftar lengkap posisi dan persyaratannya telah diumumkan di kanal resmi Disnakertrans Riau termasuk melalui laman https://disnakertrans.riau.go.id/.
Roni menjelaskan bahwa percepatan jadwal dari rencana semula dilakukan karena tingginya antusiasme masyarakat. “Pembukaan lowongan kerja pada job fair insyaAllah kita percepat mulai tanggal 2 sampai 4 Desember. Ini untuk memenuhi antusias masyarakat karena banyak yang bertanya dan ingin cepat mendaftar,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan job fair tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Pemerintah berperan sebagai fasilitator, sementara perusahaan menyediakan kebutuhan tenaga kerja. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi cara efektif untuk membuka akses kerja seluas mungkin bagi masyarakat.
“Kalau ada yang menyebut ini menghabiskan anggaran dan sebagainya, ini tidak memakai anggaran APBD. Job fair adalah bentuk kolaborasi pemerintah dan perusahaan,” ujarnya.
Disnakertrans Riau juga memastikan proses perekrutan akan diawasi hingga selesai. Setiap perusahaan diharapkan mengumumkan hasil seleksi secara terbuka, dan pemerintah akan ikut membantu menyampaikan informasi kepada pelamar.
“Perusahaan yang membuka lowongan akan kita kawal sampai penerimaan. Kita harapkan perusahaan dapat mengumumkan penerimaannya dan kita juga akan ikut membantu mengumumkan siapa saja yang diterima,” ungkap Roni.
Ia menegaskan bahwa prinsip keterbukaan menjadi landasan utama pelaksanaan job fair tahun ini. Transparansi dianggap penting agar masyarakat percaya bahwa proses rekrutmen berjalan profesional dan dapat diakses semua pencari kerja.
“Ini adalah bentuk keterbukaan kita, bentuk pengawalan kita dalam melakukan pembukaan lowongan kerja. Sehingga penerapan job fair di Riau dapat menjadi manfaat untuk masyarakat,” pungkasnya.
Dengan tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi dan kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang, penyelenggaraan Riau Job Fair 2025 diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperluas peluang karier sekaligus menekan angka pengangguran di Provinsi Riau.






