Labuan Bajo (Outsiders) – Perpanjangan operasi pencarian korban kapal wisata yang tenggelam di perairan Labuan Bajo tidak hanya didasarkan pada evaluasi teknis tim SAR, tetapi juga pertimbangan kemanusiaan serta permintaan resmi dari Pemerintah Spanyol.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan memperpanjang operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Keputusan ini tidak hanya berlandaskan evaluasi teknis tim SAR gabungan, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan permintaan resmi dari Pemerintah Spanyol.
Kepala Basarnas Maumere, melalui keterangan resminya, menyatakan perpanjangan operasi dilakukan setelah evaluasi hari ketujuh pencarian. “Kami memutuskan memperpanjang operasi SAR selama tiga hari ke depan karena masih ada peluang ditemukannya korban,” ujarnya.
Basarnas juga mengonfirmasi telah menerima surat resmi dari Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta yang meminta agar pencarian terhadap korban warga negara Spanyol tetap dilanjutkan. Permintaan tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan.
Selama masa perpanjangan, tim SAR gabungan tetap mengerahkan sejumlah unsur, termasuk kapal Basarnas, TNI AL, Polairud, serta dukungan peralatan sonar dan hidronav untuk menyisir perairan sekitar lokasi kejadian.
Peristiwa tenggelamnya KM Putri Sakinah terjadi di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada akhir Desember 2025. Sejumlah penumpang berhasil dievakuasi, namun beberapa korban dilaporkan masih hilang hingga hari ketujuh operasi pencarian.
Basarnas menegaskan, operasi SAR akan terus dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan, keselamatan personel, serta koordinasi lintas instansi dan negara.






