Wing Udara 1 monitoring Kunjungan Kerja Deputi BMKG ke Satker Tanjungpinang

Deputi Bidang Meteorologi BMKG dalam rangka kunjungan kerja kewilayahan ke Satker BMKG Kota Tanjungpinang. Kegiatan berlangsung di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kota Tanjungpinang, Rabu (31/12/2025). Dok: Dispenal

Jakarta (Outsiders) – Wing Udara 1 Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut melaksanakan monitoring kegiatan kunjungan Deputi Bidang Meteorologi BMKG dalam rangka kunjungan kerja kewilayahan ke Satker BMKG Kota Tanjungpinang. Kegiatan berlangsung di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Kota Tanjungpinang, Rabu (31/12/2025).

Monitoring tersebut dihadiri oleh Komandan Wing Udara 1 yang diwakili Kapten Laut (P) Fajar Sidiq sebagai bentuk dukungan pengamanan serta penguatan koordinasi lintas instansi dalam menyambut kedatangan Deputi Bidang Meteorologi BMKG sekaligus Pelaksana Harian Sekretaris Utama BMKG, Guswanto.

Bacaan Lainnya

Kunjungan kerja diawali dengan kedatangan Deputi BMKG di Bandara RHF, dilanjutkan dengan peninjauan Posko BMKG di area bandara serta pelaksanaan liputan oleh TVRI Kepulauan Riau.

Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapsiagaan pelayanan meteorologi dalam mendukung kelancaran dan keselamatan operasional penerbangan, khususnya menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Kepala BMKG Kota Tanjungpinang Ahmad Kosasih menyampaikan bahwa pengecekan Posko Pelayanan dan Pengamanan di Bandara Raja Haji Fisabilillah merupakan langkah strategis dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Nataru.

BMKG menegaskan komitmennya untuk memberikan informasi cuaca yang akurat, cepat, dan berkelanjutan kepada pihak bandara, maskapai penerbangan, AirNav Indonesia, serta instansi terkait.

Berdasarkan hasil analisis meteorologi, klimatologi, dan geofisika, wilayah Kota Tanjungpinang dan sekitarnya masih berada pada fase musim hujan dengan kondisi cuaca yang relatif dinamis. Potensi cuaca yang perlu diwaspadai meliputi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir, angin kencang, pertumbuhan awan Cumulonimbus, serta penurunan jarak pandang yang dapat mengganggu aktivitas lepas landas dan pendaratan pesawat.

BMKG mengimbau seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi, serta menjadikan informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca sebagai acuan utama dalam pengambilan keputusan operasional. Kesiapan personel dan sistem pemantauan cuaca secara real time terus dioptimalkan guna mendukung situasi yang aman dan lancar selama puncak arus Nataru.

Wing Udara 1 menyatakan dukungan penuh terhadap sinergi lintas instansi dalam menjaga keselamatan penerbangan dan kelancaran operasional Bandara Raja Haji Fisabilillah di tengah dinamika cuaca yang berpotensi mempengaruhi aktivitas transportasi udara di wilayah Kepulauan Riau.

Assyifa School

Pos terkait