Jakarta (Outsiders) – KRI Prabu Siliwangi-321 resmi tiba di Indonesia dengan membawa misi strategis dalam memperkuat pertahanan laut sekaligus mendukung operasi kemanusiaan. Kapal perang terbaru TNI Angkatan Laut ini disiapkan untuk menjalankan berbagai tugas, mulai dari menjaga kedaulatan hingga misi pencarian dan pertolongan.
Kedatangan kapal tersebut disambut dalam upacara di Dermaga 107 Tanjung Priok yang dipimpin Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letnan Jenderal TNI Tri Budi Utomo.
Sebagai kapal jenis Pattugliatore Polivalente d’Altura (PPA) produksi Fincantieri Italia, KRI Prabu Siliwangi-321 dirancang untuk menjalankan misi multiperan. Selain operasi tempur, kapal ini juga mampu melaksanakan patroli keamanan laut, pengawasan wilayah, hingga operasi bantuan kemanusiaan.
Kapal ini menempuh perjalanan selama 44 hari dari La Spezia, Italia, melintasi Samudra Atlantik dan Hindia sebelum tiba di Indonesia. Dengan panjang lebih dari 140 meter dan bobot lebih dari enam ribu ton, kapal ini dilengkapi teknologi Naval Cockpit yang memungkinkan integrasi sistem navigasi dan persenjataan secara digital.
Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa kapal ini akan memperkuat kemampuan TNI AL dalam menjalankan misi pertahanan negara.
“KRI Prabu Siliwangi-321 ini merupakan tipe fregat yang ukurannya termasuk terbesar di Asia Tenggara. Kehadirannya akan menambah kemampuan kita dalam menjaga kedaulatan negara di laut karena sensor-sensor yang dimiliki jauh lebih baik dibanding kelas sebelumnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kapal ini akan ditempatkan di Satuan Eskorta Koarmada II Surabaya guna mendukung berbagai misi operasional di kawasan strategis Indonesia.
Selain misi pertahanan, kapal ini juga dirancang untuk mendukung operasi non-tempur seperti bantuan bencana dan pencarian serta pertolongan. Kemampuan ini menjadikan KRI Prabu Siliwangi-321 sebagai alutsista yang fleksibel dalam menghadapi berbagai situasi di laut.
Dengan kehadiran kapal ini, Indonesia diharapkan semakin siap menjalankan misi menjaga stabilitas kawasan, melindungi kedaulatan maritim, serta memberikan respons cepat dalam situasi darurat dan kemanusiaan.






