Pekanbaru (Outsiders) – PT APG Westkampar Indonesia (APGWI) mencatat capaian produksi minyak sebesar sekitar 1.200 barel minyak per hari pada 2025. Capaian tersebut diraih setelah perusahaan beroperasi selama tiga tahun sebagai operator Wilayah Kerja West Kampar.
Peningkatan produksi tersebut merupakan hasil dari berbagai inovasi yang dilakukan perusahaan, antara lain percepatan produksi dan lifting, optimalisasi operasi sumur, serta peningkatan keandalan fasilitas produksi.
General Manager PT APGWI Mohammad Yasin A mengatakan produksi minyak perusahaan meningkat signifikan sejak masa awal reaktivasi sumur.
“Peningkatan produksi minyak PT APGWI yang dimulai dari sekitar 200 BOPD pada masa awal reaktivasi sumur di akhir tahun 2023 menjadi sekitar 1.200 BOPD di akhir tahun 2025 merupakan bukti bahwa PT APGWI terus berkembang dengan berbagai inovasi dan capaian,” ujar Yasin, Minggu (25/1/2026).
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan dan asistensi SKK Migas, khususnya perwakilan Wilayah Sumatera Bagian Utara, yang terus mengawal proses reaktivasi hingga pengembangan sumur baru.
“Sinergi ini menjadi kunci bagi kami untuk mendukung target Pemerintah yaitu 1 juta barel minyak per hari di tahun 2030,” katanya.
Selain optimalisasi produksi, APGWI juga merealisasikan pengeboran sumur pengembangan. Hingga kini, perusahaan mengelola 13 sumur pengembangan. Saat awal mengelola Wilayah Kerja West Kampar, hanya terdapat lima sumur eksisting, sehingga selama tiga tahun operasional telah dilakukan pengeboran tambahan delapan sumur.
Direktur PT APGWI Adi Prasetyana menyatakan capaian produksi tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus bertumbuh.
“Sebagai perusahaan migas yang terus berkembang, kami berkomitmen menjalankan operasional secara profesional, berkelanjutan, serta berlandaskan prinsip keselamatan, kesehatan kerja, dan perlindungan lingkungan,” ujarnya.
PT APG Westkampar Indonesia ditetapkan sebagai operator Wilayah Kerja West Kampar sejak 26 Januari 2023. Wilayah kerja ini memiliki luas 4.490,71 kilometer persegi yang mencakup Provinsi Riau dan Sumatera Utara, serta Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, dan Padang Lawas.





