China Eksekusi Mati 11 Pelaku Jaringan Penipuan Online Lintas Negara

(Para terdakwa kasus penipuan online lintas negara berdiri di ruang sidang dengan pengawalan ketat aparat keamanan saat pembacaan putusan di sebuah pengadilan di China, Januari 2026. Pemerintah China menyatakan 11 pelaku utama jaringan scam daring yang beroperasi dari wilayah perbatasan Myanmar telah dieksekusi mati setelah putusan berkekuatan hukum tetap. (Foto: Video Capture CCTV 13)

Beijing (Outsiders) – Pemerintah China mengeksekusi mati 11 orang yang terlibat jaringan penipuan online dan kejahatan lintas negara yang beroperasi dari wilayah perbatasan Myanmar, menurut laporan media internasional dan pernyataan resmi Xinhua yang dikutip oleh berbagai media.

Eksekusi dilakukan pada Kamis (29/1/2026) setelah hukuman mati bagi para terpidana dijatuhkan oleh Pengadilan Rakyat Menengah di Wenzhou pada September 2025 dan disahkan oleh Mahkamah Agung Rakyat di Beijing. Pengadilan menyatakan bukti kejahatan yang dilakukan sejak 2015 bersifat konklusif dan cukup.

Para terpidana merupakan anggota kunci kelompok kriminal yang dikenal sebagai Keluarga Ming (Ming family criminal group). Kelompok ini dituduh mengelola pusat-pusat penipuan online dan perjudian ilegal di wilayah Kokang serta kawasan perbatasan lain di Myanmar.

Dalam putusannya, pengadilan menyatakan para pelaku terbukti melakukan pembunuhan berencana, penganiayaan, penahanan ilegal, penipuan, serta pendirian kasino ilegal. Kejahatan tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya 14 warga negara China meninggal dunia dan melukai banyak korban lainnya.

Xinhua juga melaporkan bahwa keluarga para terpidana diberikan kesempatan untuk bertemu sebelum eksekusi dilaksanakan.

Kasus ini merupakan bagian dari maraknya kejahatan penipuan daring lintas negara yang berkembang di kawasan Asia Tenggara, termasuk Myanmar, Kamboja, dan Laos. Modus yang digunakan antara lain penipuan telekomunikasi dan internet seperti penipuan hubungan palsu dan investasi fiktif yang menargetkan korban di berbagai negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah China meningkatkan kerja sama dengan negara-negara kawasan untuk membongkar jaringan penipuan tersebut, termasuk memulangkan ribuan tersangka ke China untuk diproses secara hukum. Eksekusi ini menandai langkah tegas Beijing dalam menindak kejahatan siber dan kriminal lintas negara yang dinilai mengancam keamanan publik.

Pos terkait