Forum IHO Bahas Arah Strategis Hidrografi Global hingga 2032

Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) sebagai lembaga hidrografi nasional hadir sebagai delegasi Indonesia dalam kegiatan 4th Session of the IHO Assembly Meeting Tahun 2026 yang diselenggarakan International Hydrographic Organization (IHO) di Auditorium Rainier III, Monaco, pada tanggal 19 hingga 23 April 2026. (Foto: Dispenal)

Monaco (Outsiders) — Negara-negara anggota International Hydrographic Organization membahas arah strategis pengembangan hidrografi dunia dalam 4th Session of the IHO Assembly Meeting Tahun 2026 yang berlangsung di Monaco, 19–23 April 2026.

Pertemuan ini menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi yang menetapkan program kerja dan anggaran organisasi untuk periode 2027–2029, sekaligus menyusun rencana strategis hidrografi global hingga 2032.

Bacaan Lainnya

Delegasi Indonesia melalui Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) turut ambil bagian dalam pembahasan tersebut. Delegasi dipimpin Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI Budi Purwanto, didampingi perwakilan Kementerian Luar Negeri dan staf teknis.

Fokus Standarisasi dan Navigasi Modern

Salah satu tujuan utama pertemuan ini adalah memperkuat penerapan standar internasional di bidang hidrografi, termasuk implementasi standar S-100 sebagai sistem data digital terbaru untuk navigasi modern.

Standar tersebut dinilai penting untuk menjawab tantangan meningkatnya aktivitas pelayaran global serta kebutuhan akan sistem navigasi yang lebih akurat dan terintegrasi.

Selain itu, forum juga membahas penguatan peran data hidrospasial dalam mendukung keselamatan pelayaran dan pengelolaan ruang laut secara berkelanjutan.

Pemilihan Pimpinan Organisasi

Assembly tahun ini juga menjadi momentum penting karena mencakup pemilihan Sekretaris Jenderal dan Direktur IHO yang akan memimpin organisasi pada periode mendatang.

Pemilihan tersebut dinilai strategis dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas program hidrografi global ke depan.

Dorong Kolaborasi dan Inovasi

Di luar sidang utama, forum turut diisi dengan sesi tematik bertajuk “Seas of Change: Innovation in Ocean Mapping and Smart Navigation” yang membahas inovasi pemetaan laut dan teknologi navigasi.

Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antarnegara dalam mengembangkan teknologi serta berbagi praktik terbaik di bidang hidrografi.

Tampilkan Kapasitas Nasional

Dalam Member States’ Exhibition, Pushidrosal menampilkan produk seperti HidroSDB35 dan Almanak Nautika Indonesia hasil kolaborasi dengan Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.

Partisipasi ini menunjukkan kontribusi Indonesia dalam pengembangan teknologi hidro-oseanografi sekaligus memperkuat posisi dalam kerja sama internasional.

Keikutsertaan Indonesia dalam forum ini diharapkan dapat memperkuat peran dalam penentuan kebijakan hidrografi global serta mendukung keselamatan navigasi di tengah meningkatnya kompleksitas aktivitas maritim dunia.

Pos terkait