Penambahan Pasukan Kamboja di Sa Kaeo Picu Kekhawatiran Keamanan

Sebuah ranjau darat antipersonel ditemukan selama operasi pembersihan di area yang diduga berbahaya di Ban Nong Chan, Provinsi Sa Kaeo. Ranjau tersebut merupakan salah satu dari tujuh ranjau darat yang berhasil ditemukan. (Foto: Bangkok Post/ Kantor Humas Sa Kaeo)

Bangkok (Outsiders) — Pemerintah Thailand melaporkan adanya penambahan pasukan militer Kamboja di wilayah perbatasan Provinsi Sa Kaeo, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Banteay Meanchey.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran di kalangan warga setempat dan otoritas keamanan Thailand terkait potensi peningkatan ketegangan di kawasan.

Dilaporkan Bangkok Post,  pasukan dan peralatan militer Kamboja ditempatkan di dekat garis perbatasan, termasuk di sekitar jalur strategis yang berhadapan langsung dengan wilayah Thailand.

Wilayah Rawan Konflik

Perbatasan Thailand-Kamboja selama ini dikenal sebagai wilayah sensitif akibat sengketa batas wilayah yang telah berlangsung lama. Konflik bersenjata bahkan sempat terjadi pada 2025 sebelum kedua negara menyepakati gencatan senjata.

Meski kesepakatan damai telah dicapai, sejumlah insiden sporadis masih dilaporkan terjadi, termasuk aktivitas militer di dekat garis batas yang memicu saling curiga antara kedua pihak.

Kekhawatiran Warga Meningkat

Warga di wilayah perbatasan dilaporkan mulai merasa cemas dengan perkembangan situasi tersebut. Penambahan pasukan dinilai berpotensi memicu eskalasi jika tidak diiringi komunikasi intensif antara kedua negara.

Otoritas Thailand juga terus memantau situasi di lapangan guna memastikan tidak terjadi pelanggaran atau insiden yang dapat memperburuk kondisi keamanan.

Perlu Upaya Deeskalasi

Sejumlah pengamat menilai langkah penambahan pasukan berisiko meningkatkan ketegangan jika tidak diimbangi dengan upaya diplomasi. Kedua negara diharapkan tetap menjaga komitmen terhadap kesepakatan damai dan menghindari tindakan provokatif.

Situasi ini kembali menegaskan rapuhnya stabilitas di kawasan perbatasan Thailand-Kamboja yang masih menyisakan persoalan demarkasi wilayah hingga kini.

Pos terkait