Tangerang (Outsiders) – Program Gastronomy Tour yang dihadirkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dalam ajang “Pameran Pangan Nusa 2025” tak hanya menjadi ajang promosi kuliner Nusantara, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku industri gastronomi dan UMKM kuliner Indonesia.
Dengan tema “Eat, Explore, Experience Indonesia Gastronomy,” program ini menjadi bagian dari kampanye Pariwisata Naik Kelas yang diinisiasi oleh Kemenpar untuk memperkuat daya saing pariwisata berbasis kuliner. Menurut Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, Gastronomy Tour dirancang untuk menunjukkan bahwa kuliner Indonesia memiliki nilai lebih dari sekadar cita rasa.
“Melalui Gastronomy Tour, kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang warisan budaya dan pengalaman yang menyertainya,” ujar Rizki di Hall 9 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Rabu (15/10/2025).
Enam pelaku industri gastronomi yang terlibat, antara lain Wisata Kreatif Jakarta, Rendang Traveler Uni Reno, Bumi Bhuvana, Dje Djak Rasa, Samsara Living Museum, dan Negeri Rempah Foundation. Mereka sebelumnya telah bergabung dalam program Wonderful Indonesia Scale-Up Hub (WISH) dan kini menampilkan paket tur gastronomi yang memadukan eksplorasi cita rasa, narasi budaya, serta filosofi kuliner lokal.
Pendekatan ini membawa manfaat langsung bagi promosi pariwisata Indonesia. Wisatawan tidak hanya disuguhi makanan khas, tetapi juga memahami kisah dan nilai budaya di balik setiap sajian, sehingga menciptakan pengalaman yang lebih bermakna dan berkelanjutan.
Selain mempromosikan kuliner, kegiatan ini juga membuka peluang investasi dan jejaring bisnis di sektor makanan dan minuman. Rizki menambahkan bahwa Gastronomy Tour turut menghadirkan produk unggulan dari Food Startup Indonesia (FSI)—platform inkubasi kuliner yang telah menghasilkan banyak inovasi produk siap ekspor.
“Momentum Pangan Nusa 2025 diharapkan menjadi pijakan penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai destinasi gastronomi unggulan dunia,” katanya.
Manfaat lain dari kegiatan ini terlihat pada sisi pemberdayaan UMKM. Melalui kolaborasi antara Kemenpar dan Kementerian Perdagangan, ajang Pangan Nusa 2025 menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk lokal kepada pasar global. Tahun ini, sebanyak 186 pelaku usaha kuliner dan pangan kemasan ikut serta, termasuk 37 yang menampilkan hidangan siap santap.
Produk yang ditampilkan meliputi makanan ringan, minuman khas daerah, olahan rempah, hingga bahan baku unggulan yang telah melalui proses kurasi ketat.
Selain meningkatkan eksposur produk dalam negeri, pameran ini juga menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli internasional dan memperkuat rantai pasok pangan global.
“Kolaborasi lintas sektor ini membuka peluang ekspor baru bagi UMKM kuliner, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi gastronomi dunia,” ungkap Rizki.
Melalui Gastronomy Tour, manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan oleh industri pariwisata, tetapi juga sektor ekonomi kreatif dan usaha kecil menengah. Program ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia dapat menjadi kekuatan baru dalam diplomasi budaya dan pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.





