H-3 Idulfitri, Arus Pelintas di PLBN Entikong Tembus 2.660 Orang

Ribuan masyarakat tercatat melintasi PLBN Entikong pada H-3 Lebaran, menandai puncak arus mudik di kawasan perbatasan tersebut. (Foto:BNPP)

Kalbar (Outsiders) – Momentum H-3 Lebaran menjadi puncak arus mudik di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kalimantan Barat. Pada 19 Maret 2026, jumlah pelintas tercatat mencapai 2.660 orang, menjadi angka tertinggi selama periode libur Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepala PLBN Entikong, Teguh Priyadi, mengatakan lonjakan tersebut masih dalam batas wajar dan dapat dilayani dengan optimal oleh petugas di lapangan.

Bacaan Lainnya

“Lonjakan tersebut masih dalam batas wajar dan dapat dilayani dengan baik,” ujar Teguh.

Secara keseluruhan, PLBN Entikong mencatat total 24.165 pelintas antarnegara selama periode 13 hingga 25 Maret 2026. Jumlah ini merupakan akumulasi arus kedatangan dan keberangkatan selama masa libur.

Dari total tersebut, arus kedatangan tercatat sebanyak 13.131 orang atau 54 persen, terdiri atas 1.521 Warga Negara Asing dan 11.610 Warga Negara Indonesia. Sementara itu, arus keberangkatan mencapai 11.034 orang atau 46 persen, dengan rincian 893 WNA dan 10.141 WNI.

Meski terjadi lonjakan pada H-3 Lebaran, Teguh mengungkapkan bahwa secara umum angka perlintasan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 34.962 orang.

“Secara keseluruhan, perlintasan orang, kendaraan, dan pengunjung wisata di PLBN Entikong pada libur Nyepi dan Idulfitri tahun ini tercatat menurun dibandingkan tahun lalu, namun pelayanan tetap kami maksimalkan,” jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh aktivitas perlintasan difasilitasi melalui sinergi petugas Customs, Immigration, Quarantine, and Security sehingga pelayanan tetap berjalan lancar di tengah peningkatan arus mudik.

Selain perlintasan orang, aktivitas ekspor juga tetap berlangsung selama masa libur Lebaran dengan total devisa negara mencapai Rp1.005.923.110 dari komoditas pertanian dan perikanan.

Di sisi lain, jumlah kendaraan yang melintas tercatat sebanyak 1.691 unit, baik kendaraan umum maupun pribadi.

Kawasan PLBN Entikong juga menjadi daya tarik wisata bagi masyarakat. Selama masa libur, jumlah pengunjung di zona inti dan penunjang mencapai 1.862 orang.

“Kawasan PLBN tidak hanya melayani perlintasan, tetapi juga menjadi ruang publik yang menarik bagi masyarakat untuk dikunjungi,” tambah Teguh.

Secara kumulatif, sejak Januari hingga 25 Maret 2026, PLBN Entikong telah melayani 129.440 pelintas dari dan menuju Malaysia, menegaskan perannya sebagai gerbang utama Indonesia di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

Melalui penguatan koordinasi antarlembaga dan optimalisasi pelayanan, PLBN Entikong yang dikelola Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI diharapkan terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan citra positif Indonesia di kawasan perbatasan.

Assyifa School

Pos terkait