Kampar (Outsiders) — Kabupaten Kampar mendapat perhatian khusus dari Pusat Data dan Informasi Perempuan Riau (Pusdatin Puanri) sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi kuat dalam pengembangan batik khas daerah. Hal ini ditandai dengan kunjungan tim Pusdatin Puanri ke Galeri Dekranasda Kampar di Kompleks Masjid Islamic Center Bangkinang, Sabtu (19/7/2025).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengumpulan data untuk penulisan buku Perempuan Penggiat Batik se-Riau yang bertujuan mendokumentasikan kiprah perempuan dalam pelestarian dan pengembangan batik lokal.
Tim dipimpin oleh Dewi Kamalasari, M.Sc bersama dua akademisi, Dr. Reni Wahyuni, S.Pd dan Dr. Yusni Maulida, SE, M.Si, yang tergabung sebagai tim penulis buku tersebut.
“Kampar cukup eksis dalam pengembangan batik lokal. Karya-karya batiknya memiliki ciri khas yang kuat dan digerakkan oleh perempuan-perempuan inspiratif. Kami ingin mengangkat semangat mereka dalam buku ini,” ujar Dewi Kamalasari.
Kehadiran tim disambut jajaran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kampar, termasuk Bendahara Meyrisaa Assegaf, Sekretaris Agusni Mariani, dan sejumlah anggota lainnya.
Meyrisaa menyatakan dukungan penuh terhadap proses dokumentasi tersebut. Ia menyebutkan bahwa Dekranasda Kampar terus mengembangkan batik melalui pelatihan, promosi, dan regenerasi pengrajin.
“Kami berharap buku ini bisa menjadi media untuk memperkenalkan potensi batik Kampar dan peran perempuan di dalamnya secara lebih luas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Ketua Dekranasda Kampar, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, konsisten mendorong berbagai program penguatan batik lokal agar tetap lestari dan memiliki daya saing.
Dengan potensi dan dukungan yang ada, Kampar diproyeksikan menjadi salah satu daerah yang tampil menonjol dalam buku tersebut sekaligus memperkuat posisi batik Kampar dalam khasanah budaya Riau.





